Harga Emas Global Turun Lagi, Jadi Rp2,15 Juta per Gram

Harga Emas Global Turun Lagi, Jadi Rp2,15 Juta per Gram

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Harga Emas Global Turun Lagi, Jadi Rp2,15 Juta per Gram menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Harga Emas Kembali Melemah, Tapi Masih Cetak Kenaikan Signifikan

Harga emas mengalami penurunan yang lebih dalam pada perdagangan hari ini, Rabu (22/10/2025), setelah sehari sebelumnya mencatat penurunan intraday terdalam dalam lebih dari 12 tahun. Pelemahan ini terjadi di tengah berbagai faktor yang memengaruhi pasar, termasuk kekhawatiran akan kejenuhan harga dan aksi jual teknikal.

Berdasarkan data dari Bloomberg, harga emas di pasar spot turun sebesar 1,62% atau 67,68 poin menjadi berada di level US$4.057,54 per troy ounce pada pukul 20.23 WIB. Jika dikonversi ke rupiah, harga emas melemah sebesar Rp35.903 menjadi Rp2,15 juta per gram. Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS juga mengalami pelemahan sebesar 0,75% atau 30,80 poin menjadi US$4.078,30 per troy ounce.

Pelemahan harga emas dipicu oleh kekhawatiran bahwa reli harga yang terus-menerus telah bergerak terlalu jauh dan terlalu cepat. Harga emas spot merosot di bawah US$4.080 per troy ounce saat pasar Eropa dibuka, setelah sempat turun hampir 3% sebelum kembali pulih. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas anjlok hingga 6,3%, dengan indikator teknikal menunjukkan bahwa reli sejak awal tahun telah membawa harga ke wilayah sangat jenuh beli.

Kepala Riset Komoditas Standard Chartered Plc, Suki Cooper, menyatakan bahwa harga emas telah berada di area jenuh beli sejak awal September. Meskipun demikian, ia memperkirakan momentum kenaikan akan kembali berlanjut pada tahun depan. "Aksi jual teknikal menjadi pemicu utama pelemahan harga emas," ujar Cooper.

Koreksi ini menghentikan reli tajam yang berlangsung sejak pertengahan Agustus. Reli tersebut didukung oleh strategi investor yang menghindari surat utang negara dan mata uang untuk melindungi diri dari defisit anggaran yang membengkak, serta spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga secara agresif sebelum akhir tahun.

Meski mengalami koreksi, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 55% sepanjang tahun ini. Investor ritel, yang awalnya hanya menjadi penonton, kini mengambil peran lebih besar. Antrean panjang pembeli emas di toko-toko ritel viral di media sosial. Lonjakan volume perdagangan opsi pada ETF emas dan kontrak berjangka menunjukkan minat spekulatif semakin menguat.

Ketegangan geopolitik, langkah agresif Presiden Donald Trump dalam mengubah arsitektur perdagangan global, serta pembelian emas oleh bank sentral yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap dolar turut mempercepat laju reli. Citigroup memangkas rekomendasi overweight emas setelah harga anjlok, dengan alasan posisi pasar sudah terlalu jenuh. Bank ini memperkirakan harga akan berkonsolidasi di sekitar US$4.000 per troy ounce dalam beberapa pekan ke depan.

Penurunan harga emas juga terjadi di tengah penantian perkembangan perundingan AS-China. Trump menyebut pertemuannya dengan Xi Jinping berpotensi menghasilkan “kesepakatan yang baik”, meski tidak menutup kemungkinan pertemuan itu batal. Penutupan pemerintahan AS turut menghilangkan akses pelaku pasar terhadap laporan mingguan CFTC, yang menjadi salah satu alat penting untuk membaca posisi spekulatif hedge fund di pasar emas dan perak. Tanpa data ini, risiko akumulasi posisi spekulatif berlebihan meningkat.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Harga Emas Global Turun Lagi, Jadi Rp2,15 Juta per Gram ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar