
Pemantauan Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Kuningan Jelang Nataru
Pemerintah Kabupaten Kuningan terus melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sampai akhir Desember 2025, masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan pangan cukup stabil dan harga relatif terkendali. Hal ini dilakukan melalui kegiatan monitoring yang dipimpin oleh Bupati H Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Hj Tuti Andriani.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kegiatan pemantauan dilakukan baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Beberapa lokasi strategis yang menjadi fokus antara lain Toserba Griya, Toserba Surya, Pasar Baru Kuningan, dan Pasar Kepuh Kuningan. Tujuan utamanya adalah memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok masih stabil. Meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas seperti telur dan sayuran, kenaikan tersebut masih dalam batas kewajaran. “Secara umum harga di pasar masih stabil. Ada kenaikan di beberapa item, tetapi belum mengkhawatirkan,” ujar Bupati Dian.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Terdapat harga beras SPHP Bulog di salah satu toko modern yang tidak sesuai ketentuan. Bupati meminta agar segera dilakukan penyesuaian harga sesuai regulasi agar kebutuhan pangan tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Untuk itu, pihak terkait diminta untuk terus melakukan koordinasi guna menjaga stabilitas harga. Hal ini penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi di pasar tradisional berjalan lancar.
Meski sebagian besar harga stabil, masih ada kenaikan harga daging ayam yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Misalnya, harga daging ayam mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram, dengan kisaran harga mencapai Rp42.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, mencapai sekitar Rp70.000 per kilogram.
Bupati menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan dan langkah pengendalian untuk menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta kelangsungan aktivitas ekonomi di pasar tradisional.
Monitoring harga dan ketersediaan pangan dilakukan oleh Bupati bersama berbagai unsur terkait, termasuk Forkopimda. Di antaranya adalah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Diskopdagperin, Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA), Bappeda, camat, kelurahan, serta pihak terkait lainnya.
Fokus Pemantauan dan Langkah Pengendalian
- Lokasi Pemantauan:
- Toserba Griya
- Toserba Surya
- Pasar Baru Kuningan
-
Pasar Kepuh Kuningan
-
Komoditas yang Dipantau:
- Beras SPHP Bulog
- Telur
- Sayuran
- Daging Ayam
-
Cabai Rawit
-
Tindakan yang Dilakukan:
- Penyesuaian harga sesuai regulasi
- Koordinasi antar instansi terkait
- Peningkatan pengawasan terhadap pasar tradisional dan modern
Komentar
Kirim Komentar