
Pergerakan Harga Pangan di Bandar Lampung
Pada awal pekan ini, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Bandar Lampung terpantau mengalami pergerakan bervariasi. Beberapa komoditas strategis mencatatkan kenaikan harga, sementara yang lain justru mengalami penurunan tipis dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama menjelang akhir Desember ketika aktivitas konsumsi rumah tangga cenderung meningkat. Fluktuasi harga pangan dinilai masih dipengaruhi faktor distribusi, cuaca, serta ketersediaan pasokan di tingkat pedagang.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berdasarkan pantauan terbaru, perubahan harga paling mencolok terjadi pada kelompok cabai dan daging, sementara beras relatif stabil. Berikut adalah rincian pergerakan harga berbagai komoditas pangan di Bandar Lampung:
Beras
Harga beras di Bandar Lampung pada Senin 22 Desember 2025 terpantau relatif stabil. Rata-rata harga beras tercatat Rp14.900 per kilogram, sama seperti pada 19 Desember 2025. Namun, beberapa jenis mengalami pergerakan berbeda. Beras kualitas bawah I turun dari Rp14.100 menjadi Rp13.450 per kilogram. Beras kualitas medium I naik dari Rp14.950 menjadi Rp15.100, sementara medium II naik ke Rp15.350 per kilogram. Untuk beras kualitas super I mengalami kenaikan tipis menjadi Rp15.850, sedangkan super II tetap bertahan di Rp15.750 per kilogram.
Daging Ayam
Harga daging ayam ras segar mengalami kenaikan pada awal pekan ini. Dari sebelumnya Rp33.550 per kilogram, harga daging ayam naik menjadi Rp34.550 per kilogram. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan konsumen serta faktor pasokan di tingkat peternak dan distributor.
Daging Sapi
Komoditas daging sapi juga menunjukkan tren kenaikan harga. Harga rata-rata daging sapi naik dari Rp131.250 menjadi Rp135.000 per kilogram. Daging sapi kualitas 1 kini dijual Rp140.000 per kilogram, naik dari Rp135.000. Sementara daging sapi kualitas 2 naik dari Rp127.500 menjadi Rp130.000 per kilogram.
Telur Ayam
Berbeda dengan daging, harga telur ayam ras segar justru mengalami penurunan tipis. Pada Senin 22 Desember 2025, telur ayam dijual Rp29.000 per kilogram, turun dari Rp29.150 pada 19 Desember 2025. Penurunan ini memberikan sedikit ruang bagi konsumen rumah tangga.
Bawang Merah dan Bawang Putih
Harga bawang merah ukuran sedang turun dari Rp43.000 menjadi Rp42.500 per kilogram. Tren penurunan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang kini dijual Rp33.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp34.000. Penurunan harga ini diduga dipengaruhi pasokan yang relatif lancar di pasar tradisional.
Cabai Merah
Harga cabai merah secara umum mengalami kenaikan. Rata-rata harga cabai merah naik dari Rp61.250 menjadi Rp63.750 per kilogram. Cabai merah besar naik menjadi Rp77.500, sementara cabai merah keriting justru turun cukup tajam dari Rp56.250 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Cabai Rawit
Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit. Rata-rata harga cabai rawit melonjak dari Rp65.000 menjadi Rp77.500 per kilogram. Cabai rawit hijau naik drastis dari Rp66.250 menjadi Rp85.000, sedangkan cabai rawit merah naik dari Rp63.750 menjadi Rp70.000 per kilogram.
Minyak Goreng
Harga minyak goreng relatif stabil dengan kecenderungan turun tipis. Rata-rata minyak goreng turun dari Rp19.700 menjadi Rp19.500 per liter. Minyak goreng curah kini dijual Rp18.000, sementara minyak goreng kemasan bermerk mengalami penyesuaian kecil di kisaran Rp19.500 hingga Rp21.000 per liter.
Gula Pasir
Harga gula pasir juga mengalami penurunan tipis. Rata-rata harga gula pasir turun dari Rp18.250 menjadi Rp18.150 per kilogram. Gula pasir kualitas premium turun menjadi Rp18.500, sementara gula pasir lokal naik tipis menjadi Rp17.750 per kilogram.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, harga pangan di Bandar Lampung pada Senin 22 Desember 2025 menunjukkan dinamika yang beragam. Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan harga dan berbelanja secara bijak, sementara pemerintah daerah diharapkan terus menjaga kelancaran distribusi agar stabilitas harga pangan tetap terjaga.
Komentar
Kirim Komentar