Harga PJU Rp20 Juta, Hanya 1 Unit Menyala, Kades Manetwati-Alor Minta Perbaikan 4 Unit Lainnya

Harga PJU Rp20 Juta, Hanya 1 Unit Menyala, Kades Manetwati-Alor Minta Perbaikan 4 Unit Lainnya

Kabar dunia hari ini diwarnai peristiwa penting. Topik Harga PJU Rp20 Juta, Hanya 1 Unit Menyala, Kades Manetwati-Alor Minta Perbaikan 4 Unit Lainnya tengah menjadi perhatian global. Berikut laporan selengkapnya.
Harga PJU Rp20 Juta, Hanya 1 Unit Menyala, Kades Manetwati-Alor Minta Perbaikan 4 Unit Lainnya

Masalah Lampu PJU yang Tidak Berfungsi di Desa Manetwati

Daniel Karlani, Kepala Desa (Kades) Manetwati, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Kabupaten Alor, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi lampu penerangan jalan utama (PJU) yang tidak menyala. Masalah ini sudah berlangsung sekitar satu tahun setelah lampu tersebut dipasang. Karlani meminta kontraktor untuk segera melakukan perbaikan, tetapi hingga kini belum ada respons atau tindakan yang dilakukan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Karlani, masalah ini telah disampaikannya melalui penghubung kontraktor beberapa kali, namun belum ada tanggapan. Ia menilai bahwa masalah ini sangat mengganggu masyarakat desa, karena lampu PJU digunakan sebagai sumber penerangan utama di wilayah tersebut.

Pada tahun 2022, desa Manetwati mendapatkan dana untuk pengadaan lampu PJU melalui anggaran dana desa. Sebanyak lima unit lampu PJU dipasang, dengan biaya sekitar Rp20 juta per unit. Total anggaran yang digunakan mencapai lebih dari Rp100 juta. Namun, setelah pemasangan, hanya dalam waktu sekitar satu tahun, empat dari lima unit lampu tersebut mulai tidak menyala.

Karlani menjelaskan bahwa ia langsung menyampaikan masalah ini kepada pihak yang melakukan pemasangan lampu. Namun, hingga saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan. Menurutnya, biasanya lampu PJU memiliki masa garansi, sehingga perbaikan seharusnya bisa dilakukan tanpa perlu biaya tambahan.

"Di antara lima unit PJU itu, hanya satu unit yang masih menyala. Lampu tersebut berada di depan Gereja GMIT," ujar Karlani. Ia menambahkan bahwa sejak empat unit lainnya tidak berfungsi, dirinya terus-menerus meminta orang yang bertanggung jawab untuk datang ke desa dan melakukan perbaikan. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan yang dilakukan.

Karlani juga menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal kontraktornya secara langsung. Yang ia kenal adalah Om Daur di Kalabahi, yang mungkin terkait dengan pihak yang melakukan pemasangan lampu tersebut.

Sebelumnya, Media Kupang datang ke desa Manetwati pada pertengahan bulan Oktober dan mendapatkan informasi tentang tidak berfungsinya lampu jalan di desa tersebut. Saat dikunjungi, lampu jalan yang diamati oleh Media Kupang memiliki tiang berwarna merah-putih.


Kesimpulan: Demikian kabar dari dunia internasional. Simak terus perkembangan global hanya di sini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar