Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kondisi Petani Lebih Baik

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kondisi Petani Lebih Baik

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kondisi Petani Lebih Baik menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Harga Pupuk Bersubsidi di Jawa Timur Turun 20 Persen

Harga pupuk bersubsidi di Jawa Timur mengalami penurunan hingga 20 persen. Kondisi ini dinilai sangat menguntungkan para petani menjelang musim tanam karena stok pupuk juga dalam kondisi aman. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa ketersediaan pupuk cukup memadai dan telah tersedia sebelum masa tanam tiba.

“Ketersediaan lebih dari cukup. Sebelum menanam, pupuk sudah tersedia,” ujar Zulkifli Hasan saat meninjau gudang pupuk di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Sabtu (25/10/2025).

Zulkifli menyebutkan bahwa pemerintah menyediakan stok pupuk sebanyak dua juta ton di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,5 juta ton sudah terserap oleh petani. Sementara itu, stok sebanyak 500.000 ton masih tersedia dan dapat ditambah jika diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli menegaskan bahwa harga pupuk bersubsidi kini lebih terjangkau berkat kebijakan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian. Ia menyebutkan bahwa kebijakan tersebut memberikan hasil yang signifikan dalam menurunkan harga pupuk.

“Kondisi saat ini sangat menguntungkan petani, harga dapat potongan 20 persen. Karena kebijakan beliau, Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian, hasilnya harga pupuk turun,” katanya.

Penurunan harga terjadi di sejumlah jenis pupuk. Berikut rincian perubahan harga:

  • Pupuk Urea: Turun dari Rp 2.250 per kilogram menjadi Rp 1.800 per kilogram.
  • Pupuk NPK: Turun dari Rp 2.300 per kilogram menjadi Rp 1.840 per kilogram.
  • Pupuk NPK untuk kakao: Turun dari Rp 3.300 per kilogram menjadi Rp 2.640 per kilogram.
  • Pupuk ZA: Turun dari Rp 1.700 per kilogram menjadi Rp 1.360 per kilogram.
  • Pupuk organik: Turun dari Rp 800 per kilogram menjadi Rp 600 per kilogram.

“Semua turun sekarang. Kalau dulu sibuk (harga) naik, sekarang turun,” ujar Zulkifli.

Usai meninjau gudang pupuk di Desa Jatipelem, Zulkifli melanjutkan kunjungan kerjanya ke Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk yang merata serta mendengarkan keluhan langsung dari para petani.

Keuntungan bagi Petani

Penurunan harga pupuk ini diharapkan dapat meringankan beban petani, terutama dalam menghadapi musim tanam. Dengan harga yang lebih terjangkau, petani dapat memperoleh pupuk dengan biaya yang lebih rendah, sehingga meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain itu, ketersediaan stok yang mencukupi memastikan bahwa petani tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh pupuk. Hal ini juga membantu menjaga stabilitas produksi pertanian di Jawa Timur.

Tindak Lanjut dan Kebijakan

Zulkifli Hasan menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan distribusi pupuk yang merata. Ia juga menyarankan agar petani lebih aktif dalam memanfaatkan kebijakan subsidi yang ada.

“Petani harus lebih sadar akan hak-hak mereka. Jika ada kendala dalam pengadaan atau distribusi pupuk, segera laporkan kepada pihak terkait,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah seperti ini, diharapkan kebijakan pupuk bersubsidi dapat terus berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh petani di Jawa Timur.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kondisi Petani Lebih Baik ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar