
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2025 Menjadi Momentum Kolaborasi
Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2025 kembali digelar dengan semangat kolaborasi dan optimisme tinggi dari para pelaku industri kreatif di seluruh Indonesia. Perayaan ini menjadi yang ketiga sejak ditetapkannya Hekrafnas melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momen penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui kerja sama lintas sektor.
Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian dalam pernyataannya menyampaikan bahwa Hekrafnas merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar pesta, tetapi juga bukti nyata bahwa gotong royong antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat bisa menjadi motor penggerak ekonomi bangsa.
“Dari musik, film, kuliner hingga digital, semua berakar pada daya cipta anak bangsa. Ini adalah bukti bahwa kita bisa mandiri dan berdaya saing global dengan kekuatan karya,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa sejak adanya Undang-Undang Ekonomi Kreatif, sektor ini telah menjadi tulang punggung ekonomi baru yang berlandaskan kreativitas masyarakat Indonesia. “Kita ingin menunjukkan bahwa kreativitas punya nilai ekonomi yang nyata,” ujarnya.
Kawendra juga menyampaikan bahwa hadirnya para tokoh lintas sektor menunjukkan bahwa ekonomi kreatif telah menjadi gerakan bersama. Ia menilai bahwa semangat ekonomi kreatif bukan milik satu kelompok, tetapi milik seluruh bangsa. “Inilah saatnya kita menjadikan kreativitas sebagai identitas Indonesia di mata dunia,” pungkasnya.
Kolaborasi Hexahelix dalam Memajukan Ekonomi Kreatif
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan bahwa perayaan Hekrafnas 2025 merupakan ajang untuk menunjukkan kolaborasi hexahelix dalam upaya memajukan ekonomi kreatif Indonesia. Ia menekankan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya bergerak di kota-kota besar, tetapi juga dari pelosok Nusantara.
“Ini bentuk nyata yang kita sajikan bahwa ekonomi kreatif geraknya bener-bener loh dari seluruh pelosok Nusantara,” ujar Irene.
Menurutnya, kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, seperti Gekrafs, DPR-MPR, komunitas, dan swasta. “Kita kan sudah kerja sama dengan Gekrafs, juga ada teman-teman dari DPR-MPR, juga ada teman-teman dari komunitas, dan dari swasta juga di sini. Jadi, inilah (kolaborasi) hexahelix yang sesungguhnya,” tambahnya.
Fokus pada Penguatan Ekosistem
Perayaan Hekrafnas 2025 tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat. Berbagai inisiatif dan program diluncurkan untuk mendukung pertumbuhan sektor ini. Beberapa hal yang menjadi fokus utama antara lain:
- Peningkatan kapasitas pelaku usaha: Program pelatihan dan pendampingan diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif agar mereka dapat berkembang secara profesional.
- Pengembangan infrastruktur: Pemerintah dan lembaga terkait bekerja sama untuk membangun infrastruktur yang mendukung pengembangan industri kreatif.
- Peningkatan akses pasar: Pelaku usaha diberikan kesempatan untuk memasarkan produknya secara lebih luas, baik melalui platform digital maupun pameran lokal dan internasional.
Masa Depan Ekonomi Kreatif Indonesia
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, ekonomi kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. Hal ini tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, tetapi juga membantu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Para pelaku ekonomi kreatif diharapkan terus berinovasi dan mengembangkan karya-karya yang bernilai seni dan ekonomi. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang diakui secara global atas kontribusi dan kreativitasnya dalam bidang ekonomi kreatif.
Komentar
Kirim Komentar