
Banjir di Kota Cimahi Akibat Curah Hujan Tinggi
Curah hujan yang tinggi mengguyur Kota Cimahi beberapa waktu terakhir sering menyebabkan banjir di berbagai ruas jalan. Saluran drainase yang ada tidak mampu menampung debit air yang besar, sehingga air meluap dan masuk ke pemukiman warga. Hal ini membuat sejumlah wilayah di Kota Cimahi terkena dampak banjir.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Beberapa lokasi yang dilaporkan mengalami banjir antara lain kawasan Jalan Singkurmulya RT 1 RW 12 Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Melong Tengah RT 2 RW 4 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan. Selain itu, banjir juga terjadi di simpang Pasar Cimindi-Cigugur Tengah Jalan Mahar Martanegara, serta wilayah Kp. Cisangkan RT 4 RW 19 Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah. Banjir tersebut juga disebabkan oleh tanggul yang jebol dari aliran Sungai Cipejeh.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa personil BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. "Tim BPBD Kota Cimahi melalui Unit Reaksi Cepat meninjau lokasi terdampak. Juga dilakukan pendistribusian logistik darurat kepada warga terdampak," ujarnya pada Minggu 26 Oktober 2025.
BPBD Kota Cimahi meminta semua pihak terkait, termasuk masyarakat, untuk mewaspadai potensi bencana geohidrometeorologi. Terlebih, saat ini sudah memasuki peralihan musim kemarau ke musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem. "Sekarang menghadapi peralihan ke musim hujan. Sehingga semua pihak termasuk masyarakat Kota Cimahi harus siaga terhadap potensi bencana geohidrometrologi," katanya.
Usulan Kolam Retensi untuk Mengatasi Banjir
Terpisah, aparatur Desa Dayeuhkolot Kabupaten Bandung mengusulkan kepada Pemkab Bandung untuk membangun kolam retensi ketimbang polder tambahan. Kepala Desa Dayeuhkolot, Yayan Setiana, meyakini bahwa kolam retensi akan lebih efektif dalam menanggulangi banjir dibandingkan polder.
"Kami sudah mendengar informasi perihal rencana pembangunan polder tambahan di wilayah Bojongasih. Bahkan, sudah ada pegawai Pemkab Bandung yang melakukan monitoring rencana lokasi pembangunan polder tambahan. Kami berharap, bisa segera terealisasi (polder tambahan). Usulan kami, ketimbang polder, sekalian kolam retensi saja, dapat menampung volume air lebih banyak," ucap Yayan Setiana.
Berdasarkan perencanaan, bakal ada pembangunan satu polder tambahan. Rencana lokasi polder tambahan berada di antara RW 5 dengan RW 14 Desa Dayeuhkolot. Ketika banjir, genangan di titik itu paling tinggi.
Yayan menyampaikan bahwa sejauh ini luapan sungai Cipalasari menjadi determinan penyebab banjir di wilayah Bojongasih. Menurut pengamatannya, satu polder tambahan tidak akan cukup menampung luapan sungai saat debitnya besar.
Komentar
Kirim Komentar