
aiotrade.CO.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/11/2025) sore ditutup menguat. Penguatan ini terjadi karena meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan Desember 2025. IHSG akhirnya menutup perdagangan dengan kenaikan sebesar 80,24 poin atau 0,94 persen ke posisi 8.602,13. Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan juga naik sebesar 7,61 poin atau 0,89 persen menjadi 864,77.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, peningkatan ekspektasi akan pemangkasan suku bunga The Fed di Desember 2025 menjadi salah satu faktor positif yang mendorong pergerakan IHSG. Hal ini memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar di dalam dan luar negeri.
Dari sisi ekonomi global, pelaku pasar sedang menantikan rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sempat tertunda akibat government shutdown beberapa waktu lalu. Data tersebut, terutama data tenaga kerja dan inflasi, dinantikan untuk mencari indikasi mengenai langkah kebijakan moneter yang akan diambil oleh The Fed dalam pertemuan 9-10 Desember 2025.
Di kawasan Asia, situasi politik mulai memanas setelah Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengumumkan rencana anggaran pertahanan tambahan senilai 1,25 triliun dolar Taiwan (setara 40 miliar dolar AS). Anggaran ini diproyeksikan untuk meningkatkan persiapan militer Taiwan menghadapi ancaman dari Tiongkok. Perkembangan ini berpotensi memperburuk ketegangan politik di kawasan Asia, terlebih setelah adanya sengketa diplomatik antara Tiongkok dan Jepang terkait isu Taiwan.
Pergerakan IHSG tercatat stabil sejak sesi pagi hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, indeks tetap bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor mengalami penguatan. Sektor energi menjadi yang teratas dengan kenaikan sebesar 2,11 persen, disusul oleh sektor keuangan dan barang baku yang masing-masing naik 1,79 persen dan 1,38 persen.
Sementara itu, tiga sektor mengalami pelemahan. Sektor transportasi & logistik menjadi yang paling turun sebesar 0,41 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan industri yang masing-masing turun 0,28 persen dan 0,02 persen.
Beberapa saham yang mengalami penguatan terbesar adalah JAWA, DNAR, UNTD, CASA, dan MINA. Di sisi lain, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah SMDM, DEPO, KUAS, WEHA, dan SWID.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.701.161 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 53,99 miliar lembar saham senilai Rp26,73 triliun. Sebanyak 293 saham mengalami kenaikan, 365 saham menurun, dan 149 saham tidak bergerak nilainya.
Di tingkat regional, bursa saham Asia sore ini menunjukkan pergerakan yang berbeda. Indeks Nikkei menguat 922,48 poin atau 1,90 persen ke posisi 49.582,00. Sementara itu, indeks Shanghai melemah 5,84 poin atau 0,15 persen ke 3.864,18. Indeks Hang Seng menguat 33,53 poin atau 0,13 persen ke posisi 25.928,08, dan indeks Straits Times juga menguat 15,93 poin atau 0,36 persen ke posisi 4.501,56.
Komentar
Kirim Komentar