IHSG Tertinggal di Tengah Penguatan Pasar Global 2025

IHSG Tertinggal di Tengah Penguatan Pasar Global 2025

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai IHSG Tertinggal di Tengah Penguatan Pasar Global 2025 menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

IHSG Anjlok 2,94% di Sesi 1, Tren Negatif Terus Berlanjut

Pada Sesi 1 hari ini, Senin (27/10/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar -2,94%. Kejatuhan ini mengejutkan pasar domestik, namun bagi investor asing, hal ini hanya memperparah tren negatif yang sudah terjadi sepanjang tahun 2025.

Dari perspektif investor global yang menggunakan Dolar AS (USD) sebagai acuan, kinerja bursa saham Indonesia tahun ini sangat tertinggal dibandingkan pasar global maupun sesama negara berkembang. Data terbaru dari factsheet MSCI Indonesia Index (per 30 September 2025) menunjukkan gambaran yang jelas.

Perbandingan Kinerja Pasar Global dan Indonesia

Selama periode awal tahun hingga akhir September 2025 (Year-to-Date/YTD), data MSCI menunjukkan perbedaan yang signifikan:

  • Pasar Global (MSCI ACWI IMI) mencatat kinerja positif sebesar +18,25%.
  • Pasar Negara Berkembang (MSCI Emerging Markets) bahkan melonjak dengan reli sebesar +27,53%.
  • Sementara itu, MSCI Indonesia Index (dalam USD) justru tercatat minus -7,04% (YTD).

Jika dilihat dalam satu tahun terakhir (1 Year), kinerja bursa Indonesia semakin dalam, yaitu anjlok sebesar -21,58% (per 30 September 2025). Angka ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia tidak hanya tertinggal, tetapi juga mengalami penurunan yang lebih dalam dibandingkan pasar lainnya.

Penyebab Kejatuhan IHSG Hari Ini

Kejatuhan IHSG sebesar 2,94% pada Sesi 1 hari ini bukanlah kejadian yang anomali. Hal ini merupakan akselerasi dari tren pelemahan yang telah berlangsung sepanjang tahun 2025. Investor asing yang menggunakan MSCI sebagai acuan sudah melihat portofolio mereka di Indonesia underperform secara signifikan dibandingkan jika mereka menaruh uang di bursa global atau negara berkembang lainnya.

Penurunan tambahan sebesar 2,94% ini akan memperdalam kerugian tersebut dan membuat kinerja YTD (USD) Indonesia semakin terbenam di zona negatif. Hal ini menunjukkan bahwa aksi jual yang terjadi hari ini adalah bagian dari proses pelemahan yang terus berlangsung.

Perspektif Investor Asing

Investor asing memiliki pandangan yang berbeda terhadap kinerja pasar saham Indonesia. Dengan basis data yang mereka miliki, mereka melihat bahwa investasi di pasar global atau negara berkembang lainnya lebih menguntungkan dibandingkan Indonesia. Hal ini menyebabkan kekecewaan terhadap kinerja pasar saham Indonesia sepanjang tahun 2025.

Meskipun IHSG turun tajam hari ini, situasi ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Justru menjadi indikasi bahwa investor asing mulai mempertimbangkan kembali strategi investasi mereka di pasar Indonesia.

Kesimpulan

Analisis ini disusun berdasarkan data perdagangan Sesi 1 BEI (27/10/2025) dan data Factsheet MSCI (per 30/09/2025). Artikel ini bersifat informatif dan edukatif untuk menunjukkan konteks pasar, bukan rekomendasi jual/beli. Investasi saham berisiko. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum berinvestasi.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai IHSG Tertinggal di Tengah Penguatan Pasar Global 2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar