IHSG turun 0,59% dalam seminggu, ini proyeksi untuk Senin (22/12/2025)

IHSG turun 0,59% dalam seminggu, ini proyeksi untuk Senin (22/12/2025)

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai IHSG turun 0,59% dalam seminggu, ini proyeksi untuk Senin (22/12/2025) menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


Pergerakan IHSG dan Prediksi Analis Pasca-Pekan Perdagangan Akhir Tahun

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,10% pada akhir perdagangan Jumat (19/12/2025), dengan level tertutup di angka 8.609,55. Dalam seminggu terakhir, indeks ini turun sebesar 0,59%. Para analis memperkirakan bahwa IHSG masih rentan terhadap koreksi pada pekan depan.

Prediksi IHSG untuk Pekan Depan

Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menyatakan bahwa IHSG masih dalam kondisi yang rawan koreksi. Ia menilai, tingkat support yang potensial adalah 8.560, sedangkan resistance berada di kisaran 8.660. Prediksi ini diberikan untuk Senin (22/12/2025).

Menurutnya, tiga faktor utama akan memengaruhi pergerakan IHSG. Pertama, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kedua, situasi geopolitik di AS dan Venezuela. Ketiga, perkiraan aktivitas transaksi yang mungkin lebih sepi menjelang libur akhir tahun.

Rekomendasi Saham dari Analis

Herditya merekomendasikan investor untuk memantau saham-saham tertentu. Beberapa rekomendasi termasuk:

  • INKP: Target harga antara Rp 8.200 hingga Rp 8.475 per saham
  • MEDC: Target harga antara Rp 1.325 hingga Rp 1.405 per saham
  • IMPC: Target harga antara Rp 3.860 hingga Rp 4.070 per saham

Rekomendasi ini dirancang untuk memberikan panduan investasi yang lebih strategis bagi para pemegang saham.

Pengaruh Efek Santa Claus Rally

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, juga memberikan prediksi tentang pergerakan IHSG. Menurutnya, efek Santa Claus Rally bisa memengaruhi pasar. Namun, ia menyebutkan bahwa efek reli sinterklas tidak terjadi selama 2-3 tahun terakhir. Pada tahun 2025, efek tersebut tampaknya sudah terjadi di awal Desember lalu.

Dari sudut pandang teknikal, Nafan melihat bahwa IHSG sedang dalam fase minor consolidation. Meskipun demikian, jika IHSG tetap bertahan di atas MA20 dan MA60, maka fase upgrade masih berlaku.

Prediksi Level Support dan Resistance

Untuk Senin (22/12/2025), Nafan memprediksi bahwa IHSG akan bergerak dalam level support 8.655 dan 8.506. Sementara itu, level resistance yang mungkin terjadi adalah 8.666 dan 8.706.

Prediksi ini membantu investor dalam merencanakan strategi investasi mereka, terutama menjelang akhir tahun. Dengan memahami pola pergerakan pasar, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan berdasarkan data yang relevan.

Kesimpulan

Pergerakan IHSG pada akhir tahun 2025 menunjukkan ketidakpastian yang cukup besar. Meskipun ada harapan akan adanya reli, faktor-faktor eksternal seperti stabilitas nilai tukar dan situasi geopolitik tetap menjadi pertimbangan penting. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan rekomendasi dari analis terkait. Dengan demikian, mereka dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi portofolio mereka.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai IHSG turun 0,59% dalam seminggu, ini proyeksi untuk Senin (22/12/2025) ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar