
Laporan Inflasi Provinsi Bengkulu pada Bulan September 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mengungkapkan data terbaru terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan September 2025. Berdasarkan data yang dirilis, inflasi year-on-year (y-on-y) di Provinsi Bengkulu mencapai 2,57 persen dengan IHK sebesar 108,19.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menurut Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mukomuko dengan tingkat inflasi sebesar 4,09 persen dan IHK sebesar 108,45. Sementara itu, di Kota Bengkulu, inflasi y-on-y tercatat sebesar 2,08 persen dengan IHK sebesar 108,10.
Win Rizal menjelaskan bahwa secara month-to-month (m-to-m), tingkat inflasi Bengkulu pada September 2025 mencapai 0,97 persen. Selain itu, inflasi year-to-date (y-to-d) dari Januari hingga September 2025 tercatat sebesar 2,10 persen.
Penyebab Inflasi
Dalam penjelasannya, Win Rizal menyebutkan bahwa inflasi year-on-year dipengaruhi oleh berbagai kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyebab utama kenaikan inflasi dengan kenaikan sebesar 2,26 persen.
Selain itu, beberapa kelompok lain juga mengalami kenaikan, seperti: * Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,07 persen * Kelompok kesehatan naik 0,01 persen * Kelompok transportasi naik 0,03 persen
Namun, sejumlah kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi, antara lain: * Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran turun 0,46 persen * Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,09 persen * Kelompok pendidikan turun 0,01 persen
Tren Inflasi yang Terus Meningkat
Berdasarkan tren inflasi year-on-year Provinsi Bengkulu, tingkat inflasi terus meningkat sejak Juli 2025. Pada bulan Juli, inflasi tercatat sebesar 1,01 persen, kemudian meningkat menjadi 1,3 persen pada Agustus, dan akhirnya mencapai 2,57 persen pada September 2025.
Win Rizal menegaskan bahwa data ini menunjukkan adanya tekanan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Ia menyoroti bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor utama dalam kenaikan inflasi tersebut.
Perkembangan Ekonomi dan Kebijakan
Meski inflasi meningkat, data ini tetap memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi di Provinsi Bengkulu. Dengan perubahan harga yang terjadi, masyarakat dan pelaku usaha perlu memperhatikan strategi pengelolaan keuangan dan harga barang.
Pemantauan inflasi dilakukan secara berkala untuk memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan data yang tersedia, pemerintah dan lembaga terkait dapat merancang kebijakan yang sesuai dengan situasi saat ini.
Inflasi yang terus meningkat memerlukan perhatian khusus, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Dengan pemantauan yang akurat dan transparan, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari kenaikan harga yang terjadi.
Komentar
Kirim Komentar