Inflasi Palangka Raya Jelang Nataru Terkendali, Harga Pokok Stabil

Inflasi Palangka Raya Jelang Nataru Terkendali, Harga Pokok Stabil

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Inflasi Palangka Raya Jelang Nataru Terkendali, Harga Pokok Stabil menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pemerintah Kota Palangka Raya Jamin Stabilitas Harga Bahan Pokok

Pemerintah Kota Palangka Raya mengklaim bahwa inflasi daerah saat ini berada dalam kondisi terkendali. Hal ini didasarkan pada hasil pemantauan harga bahan pokok yang dilakukan hingga tanggal 22 Desember 2025, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 di Ruang Command Center, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota telah memberikan dampak positif dalam pengendalian inflasi. Ia menjelaskan bahwa secara umum harga bahan pokok tetap stabil.

Meski demikian, Zaini menegaskan bahwa masih ada beberapa komoditas tertentu yang mengalami kenaikan harga. Namun, kenaikan tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap laju inflasi daerah.

“Contohnya, kacang tanah dan ketela pohon memang mengalami kenaikan harga. Begitu juga dengan beras mayang untuk level menengah di bawah premium. Namun, secara keseluruhan, harga tetap stabil dan tidak berdampak besar terhadap inflasi,” ujarnya.

Selain itu, beberapa komoditas pangan strategis justru menunjukkan kecenderungan penurunan harga, meskipun sebelumnya sempat mengalami fluktuasi.

“Cabai merah keriting, cabai rawit hijau maupun merah sempat mengalami kenaikan harga. Namun, saat ini ada indikasi penurunan. Hal ini membantu menekan indeks perkembangan harga,” katanya.

Zaini menekankan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi ini merupakan hasil dari langkah-langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Beberapa kebijakan yang dilakukan antara lain adalah operasi sembako di pasar, pengawasan terhadap LPG tiga kilogram, pasar penyeimbang yang diadakan setiap hari Sabtu, serta sidak pasar rutin. Selain itu, pemantauan harga harian khususnya di Pasar Besar terus dilakukan.

“Alhamdulillah, dengan berbagai upaya tersebut, kita berhasil mengendalikan inflasi di Kota Palangka Raya,” ungkapnya.

Strategi Pengendalian Inflasi yang Dilakukan

Berikut beberapa strategi utama yang digunakan oleh pemerintah Kota Palangka Raya dalam mengendalikan inflasi:

  • Operasi sembako di pasar:
    Pemerintah melakukan operasi sembako untuk memastikan pasokan bahan pokok tersedia dalam jumlah cukup dan harga terjangkau bagi masyarakat.

  • Pengawasan LPG tiga kilogram:
    Pemantauan terhadap distribusi LPG tiga kilogram dilakukan untuk mencegah adanya praktik monopoli atau penyalahgunaan harga.

  • Pasar penyeimbang setiap hari Sabtu:
    Pasar penyeimbang diselenggarakan setiap hari Sabtu sebagai bentuk upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.

  • Sidak pasar rutin:
    Tim pengawas melakukan sidak pasar secara berkala untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan harga atau praktik tidak sehat di pasar tradisional.

  • Pemantauan harga harian:
    Pemantauan harga bahan pokok dilakukan secara harian, khususnya di Pasar Besar, untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan tajam.

Dengan kombinasi strategi ini, pemerintah Kota Palangka Raya berharap dapat terus menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mencegah inflasi yang berlebihan.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Inflasi Palangka Raya Jelang Nataru Terkendali, Harga Pokok Stabil ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar