Ini Alasan BI Turunkan Suku Bunga, Tapi Tak Berhenti Terbitkan

Ini Alasan BI Turunkan Suku Bunga, Tapi Tak Berhenti Terbitkan

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Ini Alasan BI Turunkan Suku Bunga, Tapi Tak Berhenti Terbitkan menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penjelasan BI Mengenai Penerbitan SRBI

Bank Indonesia (BI) telah mengurangi penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dalam upaya ekspansi likuiditas rupiah. Namun, hal ini tidak berarti SRBI akan dihentikan sepenuhnya. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, menegaskan bahwa SRBI tetap akan diterbitkan meskipun jumlahnya berkurang.

"SRBI sebagai instrumen moneter akan tetap ada," ujar Juli saat pelatihan wartawan di Padang, Sumatera Barat, dikutip Minggu (26/10/2025).

Peran SRBI dalam Stabilisasi Pasar Uang

Menurut Juli, keberadaan SRBI tetap penting sebagai instrumen moneter untuk stabilisasi dan pendalaman pasar uang. Dengan adanya SRBI, BI dapat menyesuaikan arah kebijakan secara fleksibel, baik untuk menyerap maupun melepas likuiditas dengan cepat.

"Instrumen moneter ini juga dimaksudkan untuk mentransmisikan kebijakan dari BI Rate ke suku bunga pasar uang, suku bunga perbankan, dan akhirnya ke sektor riil," jelasnya.

Pengembangan Instrumen Baru BI-FRN

Selain SRBI, BI juga akan menerbitkan instrumen surat berharga baru bernama BI-FRN (Floating Rate Note). Instrumen ini akan menjadi underlying asset atau aset dasar penerbitan suatu instrumen keuangan turunan atau derivatif.

Penambahan instrumen surat utang ini bertujuan untuk memperkuat bauran kebijakan dan strategi operasi moneter agar lebih pro-pasar.

"Instrumen ini akan ditambah dengan BI-FRN untuk memperkaya instrumen sekaligus memperdalam pasar keuangan," ucap Juli.

Data Terkini tentang SRBI

Untuk diketahui, per 21 Oktober 2025, nilai SRBI tercatat turun dari Rp 916,97 triliun pada awal 2025 menjadi Rp 707,05 triliun. Penurunan itu seiring dengan penurunan suku bunga SRBI tenor 6, 9, dan 12 bulan yang masing-masing turun sekitar 250 basis poin dibanding posisi awal tahun.

Kini posisi suku bunga SRBI pada 17 Oktober 2025 tercatat di 4,65 persen untuk tenor 6 bulan, 4,67 persen untuk 9 bulan, dan 4,7 persen untuk tenor 12 bulan.

Keberlanjutan SRBI dan Strategi BI

Meski jumlah penerbitannya berkurang, Juli menekankan bahwa SRBI tetap akan diterbitkan. Hal ini menunjukkan bahwa BI tetap mengakui peran penting SRBI dalam menjaga stabilitas pasar uang dan mendukung kebijakan moneter yang efektif.

Dengan penggunaan SRBI yang tetap ada, BI dapat memastikan bahwa kebijakan moneter tetap responsif terhadap dinamika pasar dan kondisi perekonomian secara keseluruhan.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Pengurangan jumlah SRBI bukan berarti penghapusan, melainkan strategi untuk meningkatkan efisiensi dan adaptasi terhadap perubahan pasar. Dengan adanya BI-FRN, BI memiliki lebih banyak alat untuk mengatur likuiditas dan menjaga keseimbangan pasar.

Ini juga membuka peluang bagi pasar keuangan untuk berkembang lebih dalam dan lebih luas, karena semakin banyak instrumen yang tersedia untuk investor dan pelaku pasar.

Kesimpulan

SRBI tetap menjadi bagian penting dari kebijakan moneter BI, meskipun jumlah penerbitannya dikurangi. Dengan pengembangan instrumen baru seperti BI-FRN, BI berupaya memperkuat kerangka kebijakan moneter yang lebih fleksibel dan responsif.

Dengan demikian, BI tetap siap menghadapi tantangan pasar dan memastikan stabilitas ekonomi serta keuangan nasional.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Ini Alasan BI Turunkan Suku Bunga, Tapi Tak Berhenti Terbitkan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar