
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Inovasi Bra Medis untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Di tengah upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara, para akademisi di Indonesia khususnya di Universitas Riau (Unri) telah menciptakan inovasi yang menarik perhatian. Tim peneliti dari Jurusan Teknik Elektro Unri berhasil mengembangkan "bra medis" yang mampu mendeteksi kelainan jaringan payudara menggunakan teknologi gelombang mikro. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah signifikan dalam memperkuat sistem kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pengembangan Inovasi Berbasis Teknologi
Inovasi ini merupakan hasil dari riset dalam Program Hilirisasi Riset Skema Pengujian Model dan Prototype Tahun 2025. Proyek ini didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau. Tim peneliti terdiri dari tiga dosen dan lima mahasiswa, dengan dosen pembimbing antara lain Assoc Prof Dr Yusnita Rahayu ST MEng, Dian Ramadhani ST MT, dan Dr dr Tb Odih Rhomdani Wahid SpBA MKM.
Ketua tim peneliti, Assoc Prof Dr Yusnita Rahayu ST MEng menjelaskan bahwa bra medis ini bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang mikro. Setiap sisi bra dilengkapi empat kuadran dengan total enam belas antena sensor yang mampu mendeteksi kondisi jaringan payudara. Alat ini menembakkan sinyal gelombang mikro ke jaringan payudara. Jika jaringan normal, sinyal menembus dan diteruskan ke belakang tubuh. Namun jika ada kelainan seperti tumor, sinyal akan dipantulkan kembali ke sensor.
Proses Deteksi Tanpa Mengganggu Tubuh
Sistem ini mengukur waktu tempuh sinyal pantulan dari antena ke jaringan. Selisih waktu antara sinyal yang dikirim dan diterima kembali digunakan untuk memperkirakan posisi serta jarak kelainan pada jaringan. Metode ini memastikan proses deteksi dilakukan tanpa melukai tubuh, sehingga aman, nyaman, dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Saat ini, penelitian masih berada pada tahap pengembangan prototype untuk menguji sensitivitas dan kestabilan sistem. Pengujian dilakukan menggunakan phantom atau model tiruan jaringan payudara guna memastikan akurasi sebelum diterapkan pada manusia. Hasil deteksi nantinya ditampilkan melalui Graphical User Interface (GUI) yang dirancang agar mudah dipahami masyarakat.
Tujuan Menciptakan Tampilan Sederhana
“Kami ingin tampilan hasilnya sederhana dan mudah dimengerti, sehingga siapa pun bisa memahami hasil deteksinya,” ujar Yusnita. Ke depan, tim berencana melakukan uji kelistrikan di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) untuk memastikan alat ini memenuhi standar keamanan dan layak digunakan sebagai perangkat medis. Bra medis ini juga telah mendapatkan sertifikat desain industri, sebagai bentuk pengakuan terhadap orisinalitas dan potensi inovatifnya.
Kontribusi Akademisi dalam Peningkatan Kesehatan
Penelitian ini menjadi bukti komitmen Universitas Riau dalam mengembangkan riset terapan berbasis teknologi yang berdampak sosial tinggi, khususnya untuk kesehatan perempuan. “Kami berharap inovasi ini menjadi langkah awal dalam pengembangan alat medis lokal yang aman, efektif, dan ramah pengguna,” pungkas Yusnita.
Melalui inovasi ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker payudara diharapkan semakin meningkat. Teknologi bra medis bukan hanya solusi praktis, tetapi juga wujud nyata kontribusi akademisi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sains dan teknologi.
Komentar
Kirim Komentar