Insentif Energi Percepat Investasi Swasta AI

Insentif Energi Percepat Investasi Swasta AI

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Insentif Energi Percepat Investasi Swasta AI yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran Insentif dalam Pengembangan Kecerdasan Artifisial di Indonesia

Dalam upaya mempercepat pengembangan Kecerdasan Artifisial (KA) di Indonesia, insentif menjadi salah satu faktor kunci yang perlu diperhatikan. Senior Vice President Regulatory and Government Affairs PT Indosat Tbk, Ajar A. Edi, menilai bahwa insentif memiliki peran penting dalam mendorong sektor swasta untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur KA.

“Salah satu cara untuk mendorong sektor swasta agar masuk adalah melalui insentif. Bentuk insentif ini bisa bervariasi,” ujarnya dalam acara Editor Meeting dengan tema “Menjelajahi Peta Jalan Kecerdasan Artificial Nasional, Pijakan Untuk Berdikari?” di Jakarta.

Menurut Ajar, agar sektor swasta tertarik membangun infrastruktur AI, diperlukan kombinasi kebijakan regulasi yang jelas dan insentif yang tepat sasaran. Beberapa insentif yang dinilai krusial antara lain:

  • Harga energi yang kompetitif, mengingat pengembangan AI membutuhkan daya listrik besar, terutama untuk operasional pusat data.
  • Keringanan pajak impor untuk perangkat yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, seperti GPU, server, dan perangkat pendukung data center.
  • Kemudahan visa serta kebijakan pemulangan diaspora talenta AI agar para ahli Indonesia yang bekerja di luar negeri bersedia kembali dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi nasional.

Ajar meyakini bahwa pemberian insentif yang tepat tidak hanya mendorong investasi, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

“Semakin kuat infrastrukturnya, insentif diberikan, konektivitas dibenahi, lalu kampus dan ekosistemnya digroom, saya yakin ini bisa menutupi gap menuju pertumbuhan ekonomi 8%.”

Tantangan Indonesia dalam Mewujudkan Kecerdasan Artifisial Nasional

Ajar mengakui bahwa pengembangan AI di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Infrastruktur data center dan GPU dinilai masih terbatas, sementara minat investasi swasta relatif rendah karena belum adanya insentif yang menarik, seperti keringanan pajak atau harga energi yang kompetitif.

Di sisi lain, ketersediaan talenta lokal juga belum memadai, dan banyak diaspora AI yang belum difasilitasi secara optimal untuk kembali ke Indonesia. Ajar juga menyoroti lemahnya kedaulatan data dan infrastruktur nasional, serta belum adanya regulasi dan standar etika AI yang jelas.

Riset di perguruan tinggi dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan industri, sementara konektivitas digital masih menjadi hambatan di sejumlah wilayah. Di tengah persaingan global, Ajar menegaskan bahwa pengembangan AI menjadi agenda strategis bagi banyak negara karena dampaknya yang besar terhadap ekonomi.

“AI bisa menutup gap untuk forecast economic growth 8%. Ekonomi AI itu nyata.”

Komitmen Pemerintah dalam Pembangunan Ekosistem AI

Pentingnya komitmen kuat dari pemerintah untuk memastikan pembangunan ekosistem AI berjalan berkelanjutan. Ajar menekankan bahwa jika pemerintah punya komitmen terhadap data sovereignty, infrastructure sovereignty, dan model sovereignty, tiga hal kritikal tersebut harus dibangun.

Tanpa komitmen pemerintah yang kuat serta kolaborasi lintas sektor antara negara, industri, dan akademisi, Indonesia dinilai akan menghadapi tantangan besar dalam membangun ekosistem AI yang mandiri dan mampu bersaing di tingkat global.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar