Investasi Sumsel Tembus Rp49,8 Triliun, ICOR Jadi Perhatian

Investasi Sumsel Tembus Rp49,8 Triliun, ICOR Jadi Perhatian

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Investasi Sumsel Tembus Rp49,8 Triliun, ICOR Jadi Perhatian menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade,
PALEMBANG— Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menyoroti pentingnya menekan angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebagai bagian dari strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam lima tahun ke depan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel Regina Ariyanti mengatakan bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi, tantangan utama saat ini terletak pada tingginya angka ICOR.

“Saat ini, ICOR Sumsel masih berada di kisaran 6%, hampir setara dengan angka nasional,” ujarnya. Menurutnya, agar pertumbuhan ekonomi dapat melesat hingga 8% di lima tahun ke depan, ICOR idealnya ditekan hingga 4,5%.

Upaya penurunan ICOR, imbuhnya, dapat dilakukan dengan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, seperti melalui kemudahan perizinan dan penyederhanaan proses birokrasi.

“Tanpa perbaikan dalam aspek-aspek tersebut, akan sulit menurunkan ICOR. Ini juga sepertinya menjadi tantangan yang dihadapi secara nasional,” tambahnya.

Selain investasi, salah satu instrumen yang dipandang mampu mendongkrak perekonomian Sumsel yakni Pelabuhan Palembang Baru (Tanjung Carat) yang hingga kini belum memasuki tahap konstruksi.

Regina menuturkan, kehadiran pelabuhan itu akan menjadi tumpuan agar komoditas-komoditas yang dihasilkan Sumsel tidak dipasarkan melalui wilayah lain.

“Jadi supaya komoditi bisa keluar (ekspor) melalui Sumsel. Dan kita harapkan dalam waktu dekat ada MoU antara Gubernur dan Menhub dalam rangka percepatan investasi di Tanjung Carat,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris DPMPTSP Sumsel Eko Agusrianto menambahkan, hingga triwulan III tahun ini investasi Sumsel mencapai total Rp49,8 triliun.

Dia memerinci investasi itu terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp11,1 triliun, sedangkan untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp38,7 triliun.

“Pencapaian itu telah mencapai 117% dari target daerah, kalau untuk target nasional itu baru mencapai sekitar 63%,” ujarnya.

Eko menambahkan, upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam realisasi investasi di Sumsel antara lain pembuatan dokumen investment project ready to offer (IPRO) terkait DME.

Kemudian yang sedang berjalan yaitu kajian IPRO terkait kelapa inti yang rencananya akan ada pembangunan pabrik CCO di Banyuasin.

“Dan potensi lain di Sumsel yang bisa didorong seperti IPRO tangkos kelapa sawit, dan hilirisasi komoditi beras yang ada di OKU Timur,” pungkasnya.

Strategi Penurunan ICOR yang Diperlukan

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam lima tahun ke depan, beberapa langkah strategis perlu dilakukan. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Meningkatkan efisiensi investasi
    Membuat sistem investasi yang lebih efisien dan transparan akan membantu menurunkan ICOR. Hal ini termasuk penggunaan teknologi digital dalam proses perizinan dan pendataan proyek.

  • Mempercepat proses birokrasi
    Birokrasi yang rumit sering kali menjadi hambatan bagi investor. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan reformasi birokrasi dengan mempercepat pengambilan keputusan dan meminimalkan intervensi yang tidak perlu.

  • Membangun infrastruktur yang mendukung investasi
    Infrastruktur seperti pelabuhan, jalan tol, dan bandara memainkan peran penting dalam menarik investasi. Pelabuhan Palembang Baru merupakan contoh proyek yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekspor dan daya saing daerah.

  • Mengoptimalkan sumber daya alam
    Sumsel memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti kelapa sawit, beras, dan komoditas pertanian lainnya. Hilirisasi komoditas ini dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan produktivitas ekonomi.

Potensi Investasi di Sumsel

Sumsel memiliki banyak potensi investasi yang dapat dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Proyek IPRO Kelapa Inti
    Kajian IPRO terkait kelapa inti yang akan diikuti dengan pembangunan pabrik CCO di Banyuasin. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian daerah.

  • Hilirisasi Komoditas Beras di OKU Timur
    Pengembangan industri hilir beras di OKU Timur dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Pengembangan IPRO Tangkos Kelapa Sawit
    Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan ekspor kelapa sawit dari daerah.

Dengan adanya proyek-proyek ini, Sumsel memiliki peluang besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan. Namun, semua ini membutuhkan dukungan dari pemerintah, swasta, dan masyarakat secara bersama-sama.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Investasi Sumsel Tembus Rp49,8 Triliun, ICOR Jadi Perhatian ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar