Investor Asing Tunggu Waktu Tepat Masuk Pasar Keuangan RI

Investor Asing Tunggu Waktu Tepat Masuk Pasar Keuangan RI

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Investor Asing Tunggu Waktu Tepat Masuk Pasar Keuangan RI menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tren Aliran Modal Asing di Pasar Keuangan Indonesia

Pasar keuangan Indonesia masih menghadapi tantangan terkait aliran modal asing. Investor asing cenderung menunggu dan melihat (wait and see) berbagai faktor baik global maupun domestik sebelum memutuskan untuk kembali masuk ke pasar keuangan pada sisa akhir tahun ini. Meski demikian, ada harapan bahwa arus dana asing dapat kembali stabil dalam beberapa waktu mendatang.

Pasar Obligasi Masih Mengalami Outflow

Ekonom dari Bank Central Asia (BCA), David Sumual, menyatakan bahwa tren aliran modal asing di pasar obligasi atau bonds market masih cenderung keluar (outflow) sejak bulan September lalu dan terus berlanjut hingga saat ini. Ia mengatakan bahwa tekanan ini mungkin mulai mereda karena jumlah capital outflow yang sudah cukup besar.

David menjelaskan bahwa investor asing melihat potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) dan menunggu kebijakan fiskal pemerintah. Hal ini membuat mereka lebih hati-hati dalam berinvestasi di pasar obligasi.

Menurut data Bank Indonesia, penurunan arus inflow di pasar obligasi tercatat cukup signifikan sejak awal tahun. Pada AprilMei 2025, arus dana asing mencapai sekitar Rp 73 triliun, namun hingga 23 Oktober 2025, angka tersebut telah turun menjadi sekitar Rp 8,58 triliun.

Peluang Kembali Masuknya Dana Asing di Pasar Saham

Di pasar saham (equity market), meskipun belakangan cenderung mengalami outflow, David melihat peluang kembalinya aliran dana asing. Hal ini disebabkan oleh valuasi saham yang sudah tergolong murah (oversold).

David mengatakan bahwa banyak investment fund yang mulai melihat perusahaan-perusahaan dengan fundamental yang kuat dan mempertimbangkan untuk kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Ia berharap hal ini akan membantu memperbaiki kondisi pasar saham.

Ketidakpastian Global Masih Menghantui

Meski ada harapan positif, David mengingatkan bahwa ketidakpastian global masih menjadi faktor yang harus diperhatikan. Khususnya, tensi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih menjadi perhatian utama. Pasar juga sedang menunggu kebijakan trade war dari Trump, terutama pada tanggal 12 November 2025, apakah AS akan menerapkan tarif tambahan jika China tidak setuju dengan negosiasi.

Namun, David memprediksi dampak kebijakan tersebut terhadap pasar keuangan Indonesia tidak akan terlalu besar, karena sebagian besar sudah diantisipasi oleh pasar.

Dampak Penurunan Suku Bunga The Fed

Selain faktor eksternal, David juga memperkirakan bahwa prospek penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang akan diputuskan pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) tanggal 2829 Oktober 2025 dapat menjadi katalis positif bagi aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Biasanya, ketika The Fed menurunkan suku bunga, pasar negara berkembang menjadi lebih menarik bagi investor asing. Hal ini bisa memberikan dorongan bagi aliran dana asing ke pasar Indonesia.

Stabilitas Rupiah dan Sentimen Investasi

David juga memprediksi bahwa rupiah akan cenderung stabil pada kisaran Rp 16.600Rp 16.800 per dolar AS hingga akhir tahun. Stabilitas rupiah ini diharapkan dapat mendukung membaiknya iklim investasi di Indonesia.

Beberapa sentimen yang bisa mendorong penguatan rupiah antara lain adalah penerbitan Dim Sum Bond pada Kuartal IV-2025 dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI). Kedua faktor ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Investor Asing Tunggu Waktu Tepat Masuk Pasar Keuangan RI ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar