
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pertumbuhan Energi Terbarukan di Asia Tenggara
Kapasitas energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara (Asean), termasuk Indonesia, menunjukkan pertumbuhan yang positif. Namun, masih diperlukan percepatan signifikan untuk memenuhi target iklim global seperti yang ditetapkan dalam Paris Agreement. Hal ini disampaikan oleh Director General International Renewable Energy Agency (IRENA) Francesco La Camera dalam paparan di Singapore International Energy Forum 2025.
Menurut La Camera, pada 2024, kapasitas energi terbarukan global menambah 518 gigawatt (GW), naik 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Total kapasitas mencapai 4.443 GW. Meskipun demikian, pertumbuhan ini masih jauh dari cukup, mengingat dunia perlu memasang lebih dari 1.100 GW energi terbarukan setiap tahunnya hingga 2030 untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi dan pengurangan emisi.
Khusus untuk Asean, kapasitas terpasang energi terbarukan mencapai 130 GW setelah penambahan 5,2 GW pada 2024. Indonesia, sebagai negara dengan pasar energi terbesar di Asean, memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ini.
"Indonesia harus mempercepat pengembangan teknologi terbarukan seperti tenaga surya, angin, bioenergi, dan panas bumi untuk menjaga ketahanan dan keamanan energi kawasan," ujar La Camera.
Pentingnya Investasi dan Kerangka Kerja Finansial
Lebih lanjut, La Camera menyoroti perlunya investasi yang lebih besar dan kerangka kerja finansial baru yang mampu menggabungkan donor, sektor publik dan swasta untuk mempercepat transisi energi di Asean. Menurut IRENA, investasi global di sektor ini mencapai rekor US$624 miliar pada 2024 dan diperkirakan akan berlipat ganda di dekade mendatang.
Beberapa langkah strategis yang dapat diambil antara lain:
- Meningkatkan partisipasi sektor swasta dalam proyek energi terbarukan.
- Mengembangkan kebijakan yang mendukung inovasi teknologi energi terbarukan.
- Membangun kemitraan antar negara untuk memperkuat sistem energi regional.
Kemitraan Regional untuk Percepatan Transisi Energi
Dalam upaya memperkuat sinergi regional, IRENA bersama Asean meluncurkan kemitraan bernama Accelerated Partnership for Renewable Energy and Service Test Guide (APRESA). Program ini bertujuan mempercepat integrasi sistem energi terbarukan dan membangun infrastruktur energi yang resilien di kawasan.
APRESA dirancang untuk memberikan dukungan teknis dan kebijakan yang diperlukan bagi negara-negara Asean dalam mengadopsi energi terbarukan. Dengan kemitraan ini, diharapkan proses transisi energi dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Keunggulan Sistem Energi Terdistribusi
La Camera juga menjelaskan bahwa krisis energi global memperlihatkan kelemahan sistem energi fosil yang terpusat dan menunjukkan keunggulan sistem energi terdistribusi yang berbasis energi terbarukan.
"Transisi energi akan terus dipercepat demi mewujudkan sistem energi berkelanjutan yang didukung oleh hidrogen hijau dan bioenergi berkelanjutan," tambah La Camera.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun ada tantangan, peluang untuk mempercepat transisi energi di kawasan ini sangat besar. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi internasional, Asean dapat menjadi contoh nyata dalam mewujudkan keberlanjutan energi global.
Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencapai tujuan tersebut:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat energi terbarukan.
- Mengembangkan pendidikan dan pelatihan di bidang energi terbarukan.
- Memperkuat regulasi dan insentif untuk proyek energi terbarukan.
Komentar
Kirim Komentar