Istri Sah Tak Pernah Bercerai Meski Dimadu 10 Tahun, Ini 3 Alasannya

Istri Sah Tak Pernah Bercerai Meski Dimadu 10 Tahun, Ini 3 Alasannya

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Istri Sah Tak Pernah Bercerai Meski Dimadu 10 Tahun, Ini 3 Alasannya, berikut adalah data yang berhasil kami himpun dari lapangan.
Istri Sah Tak Pernah Bercerai Meski Dimadu 10 Tahun, Ini 3 Alasannya

Kisah Perempuan yang Memilih Bertahan dalam Pernikahan Meski Suaminya Berselingkuh

Seorang wanita berusia 56 tahun, bernama Huang, menjadi sorotan publik setelah mengungkap alasan di balik keputusannya untuk tetap menjalani pernikahan meskipun suaminya, Qiao, telah memiliki hubungan dengan wanita lain selama bertahun-tahun. Kehidupan rumah tangga mereka sempat terlihat harmonis, namun akhirnya terkoyak karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Qiao.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Huang menikah dengan Qiao selama 33 tahun dan dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putri perempuan. Awalnya, kehidupan rumah tangga mereka berjalan baik, bahkan mereka sempat membuka usaha rumah makan bersama. Usaha tersebut berkembang pesat, sehingga kondisi ekonomi keluarga semakin stabil.

Namun, seiring berjalannya waktu, Huang mempercayakan pengelolaan usaha sepenuhnya kepada suaminya. Sementara itu, ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus pada pekerjaan rumah tangga serta mengurus kedua anak perempuan mereka. Selama beberapa tahun, kehidupan keluarga tampak harmonis.

Tetapi sekitar 10 tahun lalu, Huang mulai menyadari perubahan sikap Qiao. Jumlah uang yang diberikan oleh suaminya kepada keluarga semakin berkurang. Pada saat yang sama, kabar tentang keterlibatan Qiao dalam hubungan dengan wanita lain mulai beredar. Akhirnya, Huang menanyakan hal tersebut secara langsung kepada suaminya, dan Qiao mengakui hubungan tersebut tanpa mencoba membantah.

Qiao bahkan mengungkap bahwa dirinya telah memiliki seorang anak dari wanita tersebut. Pengakuan ini memicu pertengkaran hebat antara keduanya. Setelah konflik tersebut, Qiao memilih meninggalkan rumah dan pindah tinggal bersama wanita simpanannya serta anak laki-laki mereka. Ia meninggalkan Huang dan dua putrinya tanpa memedulikan perasaan istri sahnya.

Qiao menyalahkan Huang atas keretakan rumah tangga, dengan alasan bahwa istrinya terlalu pemarah dan cerewet, sehingga membuatnya merasa jenuh dan mencari perempuan lain. Ia juga menganggap memiliki wanita lain di luar rumah tangga sebagai hal yang dapat dimaklumi bagi seorang pria.

Namun, sikap Qiao ini justru memicu kemarahan publik, terutama karena selama 10 tahun terakhir, ia dinilai tidak memberikan perhatian yang layak kepada dua putri perempuan dari pernikahan sahnya.

Meski merasa marah dan terluka, Huang membuat banyak orang terkejut dengan keputusannya untuk tetap bertahan dalam pernikahan dan menolak bercerai. Selama 10 tahun, ia memilih menahan rasa sakit tersebut. Kedua putrinya telah berulang kali membujuk agar sang ibu menceraikan ayah mereka, namun Huang tetap bersikukuh pada keputusannya.

Huang kemudian mengungkapkan tiga alasan utama yang mendasari keputusannya untuk tidak bercerai. Pertama, ia tidak ingin suaminya dan wanita simpanan tersebut hidup bahagia dan menikmati hasil dari harta yang telah ia bangun bersama selama bertahun-tahun. Kedua, ia ingin mempertahankan ikatan hukum agar tetap memiliki hak menggunakan uang suaminya tanpa rasa takut melanggar hukum. Ketiga, ia khawatir jika perceraian terjadi, ia akan diusir dari rumah dan tidak memperoleh bagian apa pun dari harta kekayaan suaminya.

Setelah kisah ini tersebar di dunia maya, banyak warganet mengaku merasa sedih dan marah atas penderitaan yang dialami Huang. Selama satu dekade terakhir, Huang telah menyerahkan hak pengelolaan keuangan kepada suaminya dan memilih pensiun dari pekerjaannya demi mengurus kedua anak perempuan.

Akibatnya, kehidupan finansial keluarga sepenuhnya bergantung pada penghasilan sang suami. Kondisi tersebut membuat Huang merasa takut jika perceraian terjadi, ia akan ditinggalkan tanpa harta dan tidak mampu menafkahi kedua putrinya. Namun, seiring berjalannya waktu, kedua anak perempuan tersebut kini telah tumbuh dewasa dan memahami hak-hak mereka terkait pembagian harta bersama. Dengan bekal pemahaman tersebut, Huang akhirnya memutuskan untuk membawa persoalan rumah tangganya ke jalur hukum dan bersedia menghadapi suaminya di pengadilan atas perselingkuhan yang telah berlangsung selama 10 tahun.


Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Istri Sah Tak Pernah Bercerai Meski Dimadu 10 Tahun, Ini 3 Alasannya. Semoga bermanfaat Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar