Isu Investor Pergi dari Bekasi Dibantah, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp40 Triliun

Isu Investor Pergi dari Bekasi Dibantah, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp40 Triliun

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Isu Investor Pergi dari Bekasi Dibantah, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp40 Triliun menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Isu Investor Pergi dari Bekasi Dibantah, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp40 Triliun

Kabupaten Bekasi Masih Menarik Minat Investor

Menjelang pembahasan upah minimum kabupaten/kota (UMK), Kabupaten Bekasi sempat dikabarkan tidak lagi diminati para investor. Tingginya upah serta situasi yang dinilai tidak kondusif membuat banyak pabrik memilih untuk pindah dari Cikarang. Namun, kabar tersebut dibantah oleh kalangan pengusaha.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Mereka memastikan bahwa Kabupaten Bekasi masih menjadi tujuan utama investasi karena memiliki kawasan industri terpadu. Selain itu, lokasinya yang relatif dekat dengan Jakarta dan berada di bagian timur menjadikannya sebagai pilihan yang strategis bagi perusahaan.

Pendapat dari Pengusaha

President of Bosch for Region Asia Pacific South Vijay Ratnaparkhe menyampaikan bahwa alasan investasi di Bekasi adalah karena lokasinya yang strategis. Ia menyampaikan hal ini saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik di GIIC, belum lama ini. Bosch menjadi salah satu perusahaan terbaru yang menanamkan modalnya di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi Muhammad Yusuf Wibisono mengatakan bahwa Bekasi masih menjadi daya tarik bagi investor. Namun, ia mengakui bahwa jika upah terus meningkat, bukan tidak mungkin perusahaan akan beralih ke daerah lain.

”Namun, bila isu upah ini juga tidak terselesaikan dengan baik, artinya tidak ada solusi, tiap tahun ribut terus gitu kan, ini juga akan menurunkan tingkat kepercayaan mereka untuk berinvestasi,” ujarnya.

Penjelasan dari Kaum Buruh

Sekretaris Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Bekasi Sarino mengatakan bahwa kabar pindahnya para pengusaha sebagai upaya untuk membingkai tingginya UMK di Bekasi. Faktanya, UMK tidak berkolerasi pada pertumbuhan investasi di Bekasi.

”Itu yang membuat masyarakat terkecoh. Setiap tahun menjelang penandatanganan upah, selalu ada propaganda, framing perusahaan banyak PHK (pemutusan hubungan kerja), perusahaan pindah. Fakta di lapangan, itu PHK karena apa? Di Bekasi rata-rata dan mayoritas hampir semua bahkan penyebabnya adalah memang produknya sudah tidak laku,” kata dia.

Sarino mencontohkan pabrik alat musik di Cikarang yang belum lama ini tutup. Itu bukan karena tingginya upah, melainkan karena penjualan produk yang kian menurun di pasaran.

Pertumbuhan Investasi di Kabupaten Bekasi

Alih-alih pindah, kata Sarino, justru banyak pabrik baru yang berdiri di Kabupaten Bekasi. Hanya saja, tidak semua diekspose. ”Kalau diperhatikan, itu banyak di kawasan GIIC itu pabrik-pabrik baru berdiri. Menteri-menteri juga turut hadir. Artinya, Bekasi mulai ditinggalkan investasi itu tidak benar,” kata dia.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi Hasyim Adnan mengaku belum menerima laporan resmi terkait adanya pabrik yang pindah dari Bekasi dengan alasan upah. Sejauh ini, kata dia, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi cenderung stabil bahkan meningkat.

Berdasarkan data semester 1 tahun 2025, Kabupaten Bekasi mencatat total realisasi investasi Rp 40 triliun lebih. Angka ini terdiri dari investasi perusahaan modal asing (PMA) Rp 24 triliun lebih dan perusahaan modal dalam negeri (PMDN) Rp 15 triliun lebih. Sektor jasa, industri kendaraan bermotor, serta listrik dan gas, menjadi penyumbang terbesar investasi tersebut. Jumlah ini menjadi yang tertinggi di antara kota/kabupaten lain di Jawa Barat.

Kesimpulan

Dari berbagai sumber dan pendapat yang diberikan, terlihat bahwa meskipun ada isu-isu tentang pindahnya investor, sebenarnya Kabupaten Bekasi masih tetap menjadi pusat investasi yang menjanjikan. Baik dari segi lokasi, kawasan industri, maupun realisasi investasi yang stabil dan meningkat, menunjukkan bahwa Bekasi tetap menjadi pilihan utama bagi para pengusaha. Meski demikian, penting bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk terus menjaga keseimbangan antara kenaikan upah dan kestabilan investasi agar tidak terjadi ketidakpastian yang bisa mengurangi minat investor.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Isu Investor Pergi dari Bekasi Dibantah, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp40 Triliun ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar