Jakarta sebagai Lokomotif Ekonomi Nasional
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta bekerja sama untuk menyukseskan penyelenggaraan Jakarta Economic Forum (JEF) 2025. JEF adalah ajang kolaborasi lintas sektor yang bertujuan memperkuat peran Jakarta sebagai lokomotif ekonomi nasional sekaligus kota global yang tangguh dan berdaya saing.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kepala KPw BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari JEF 2025 adalah untuk menumbuhkan optimisme menuju Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, tangguh, dan berdaya saing. Selain itu, forum ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
“Semangatnya terangkum dalam slogan ‘Jaga Kota, Jaga Ekonomi, Jaga Persatuan’,” ujar Iwan di Balai Kota Jakarta, Senin (20/10/2025).
Jakarta sebagai Lokomotif Pembangunan Ekonomi Nasional

Iwan menjelaskan bahwa Jakarta memiliki potensi besar dalam memperkuat posisinya sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Dengan pangsa Jakarta sebesar 16,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan pertumbuhan ekonomi positif 5,18 persen (yoy), Jakarta terus menjadi lokomotif pembangunan ekonomi nasional.
"Secara struktural, penopang ekonomi Jakarta kini semakin bergeser ke sektor jasa, terutama pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.
Jakarta Berkontribusi 16,61 Persen Terhadap PDB Nasional

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menegaskan dukungan penuh Pemprov DKI terhadap penyelenggaraan JEF 2025.
“Jakarta berkontribusi 16,61 persen terhadap PDB nasional, ini capaian yang luar biasa. Karena itu penting bagi kami untuk menyukseskan Jakarta Economic Forum ini bersama-sama,” ujar Suharini yang akrab disapa Eli.
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta yang Mencapai 5,18 Persen

Eli menyampaikan bahwa Pemprov DKI turut berpartisipasi melalui tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan mengisi booth UMKM selama kegiatan berlangsung.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,18 persen pada triwulan terakhir, kata dia, juga ditopang oleh berbagai proyek pembangunan infrastruktur dan program padat karya yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa meski Jakarta akan menghadapi tantangan berupa pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) pada tahun 2026, Pemprov DKI tetap optimistis menjaga stabilitas fiskal dan kinerja aparatur.
“Pesan Pak Gubernur jelas, meski alokasi DBH berkurang, tidak boleh ada keluhan. Hak ASN tetap terpenuhi, termasuk Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Sebagai imbalannya, kita harus bekerja lebih baik dengan strategi inovatif dan creative financing,” tegasnya.
Komentar
Kirim Komentar