Dana Pinjaman Jerman untuk Mendorong Investasi Swasta
Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil, baru-baru ini meluncurkan Deutschlandfonds atau dana pinjaman senilai 30 miliar euro (sekitar Rp586 triliun) sebagai upaya untuk mendorong investasi swasta di negara tersebut. Selain itu, dana ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan fasilitas produksi dan teknologi baru.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Jerman mengalami stagnasi akibat kenaikan harga energi dan birokrasi yang rumit. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan Jerman melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dengan adanya Deutschlandfonds, pemerintah berharap dapat memberikan dukungan yang lebih kuat kepada sektor swasta.
Tujuan Utama Dana Pinjaman
Deutschlandfonds dirancang untuk menarik investasi swasta hingga sebesar 130 miliar euro (Rp2.542 triliun). Dana ini akan digunakan untuk memperluas fasilitas energi terbarukan, sistem pemanas, jaringan listrik, eksploitasi bahan mentah, serta pengembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI), bioteknologi, dan pertahanan.
“Dana ini bukanlah dana biasa, tapi ini untuk mendukung berbagai macam instrumen. Deutschlandfonds akan melindungi kepastian ide yang diciptakan di Jerman dan mengembangkannya,” ujar Klingbeil.
Dengan dana ini, perusahaan dapat menggunakan dana tersebut untuk menjaga stabilitas finansialnya saat berhukum. Bank KfW akan bertindak sebagai penjamin bagi perusahaan yang memiliki risiko finansial tinggi.
Meningkatkan Investasi dan Inovasi
Menteri Ekonomi Jerman, Katharina Reiche, menyatakan bahwa tujuan dari Deutschlandfonds adalah untuk mengarahkan modal swasta agar dapat mendorong inovasi dan membuat rantai pasokan lebih tahan banting.
Rencananya, Deutschlandfonds akan dibentuk secara bertahap. Di fase awal, pinjaman untuk proyek geothermal dan instrumen finansial khusus untuk start-up dan bisnis baru akan dikembangkan. Sementara itu, instrumen untuk modernisasi infrastruktur energi akan dilakukan pada tahun depan.
Prediksi Pemulihan Ekonomi Jerman

Bank Sentral Jerman (Bundesbank) memprediksi bahwa ekonomi Jerman akan pulih secara bertahap pada tahun 2026. Pemulihan ini didorong oleh peningkatan investasi publik, kenaikan gaji, dan lonjakan ekspor.
“Setelah beberapa tahun mengalami kontraksi, Bundesbank memprediksi bahwa ekonomi Jerman akan pulih. Namun, pertumbuhan diperkirakan hanya 0,6 persen dan naik menjadi 1,3 persen pada 2027 dan 1,1 persen pada 2028,” kata Bundesbank.
Permintaan dari pemerintah akan meningkat secara drastis seiring dengan peningkatan alokasi anggaran untuk infrastruktur dan pertahanan. Namun, prediksi pertumbuhan ekonomi Jerman turun dari 0,7 persen menjadi 0,6 persen pada 2026.
Perusahaan Kimia Terbesar Jerman Tidak Akan Lakukan PHK
Perusahaan kimia terbesar Jerman, BASF, telah berjanji tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap para pekerja. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap menjaga stabilitas tenaga kerja meskipun situasi ekonomi sedang sulit.
Tesla Perluas Investasi di Jerman
Tesla juga mengumumkan rencana untuk memperluas investasi dalam pembuatan sel baterai di Jerman. Perusahaan ini menargetkan operasi penuh pada tahun 2027.
Produsen Mesin Jerman Siap Lakukan PHK
Di sisi lain, produsen mesin Jerman akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 2.500 pekerja akibat menurunnya permintaan. Ini menunjukkan bahwa sektor industri Jerman masih menghadapi tantangan besar.
Komentar
Kirim Komentar