
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Terobosan Pembiayaan untuk Sektor Ekonomi Kreatif
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan terobosan besar dalam pembiayaan industri kreatif nasional. Salah satu inisiatif utamanya adalah pengucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor ekonomi kreatif dengan total plafon mencapai Rp10 triliun. KUR ini akan mulai berlaku pada tahun 2026 dan menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan sektor kreatif.
Kesepakatan ini merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menekraf), Kementerian Keuangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Yang menarik adalah fokus KUR ini pada pembiayaan berbasis Kekayaan Intelektual. "Kami telah menyepakati bahwa per 2026, KUR khusus kreatif berbasis Kekayaan Intelektual akan mendapatkan plafon hingga Rp10 triliun dengan limit kredit per debitur mencapai Rp500 juta," ujar Menekraf Teuku Riefky Harsya dalam acara Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Mendorong 'National Hero' ke Panggung Global
Program pembiayaan ini bertujuan untuk mempercepat pelaku ekonomi kreatif agar tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing secara internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah membagi strategi pengembangan menjadi dua tahap:
- Local Hero: Fokus pada pencarian potensi daerah untuk didorong ke pasar nasional.
- National Hero: Mendukung pelaku kreatif nasional untuk menembus pasar global.
Teuku Riefky menekankan bahwa identitas budaya Nusantara adalah modal utama untuk bersaing dengan raksasa dunia seperti Hollywood, Bollywood, atau K-Pop. "Kita ingin dunia mencari animator taste Indonesia, fashion taste Indonesia, hingga makanan orisinal Indonesia. Kita bukan lagi sekadar 'tukang jahit' atau pendukung, tapi mitra bisnis utama mereka," tegasnya.
Subsektor Prioritas dan Transformasi Digital
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), terdapat 7 subsektor yang menjadi fokus utama pemerintah dari total 17 subsektor yang ada:
- Kontributor Terbesar: Kuliner, Kriya, dan Fashion (penyerap lapangan kerja terbanyak).
- Pertumbuhan Pesat: Game, Aplikasi, Film/Animasi/Video, serta Musik.
Selain itu, Menekraf juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif menggali potensi lokal masing-masing. Transformasi digital yang merata diyakini akan menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia.
"Kemenekraf memfasilitasi akselerasi kreatif di level daerah, termasuk pengembangan desa kreatif agar masyarakat bisa memasarkan produknya secara lebih luas melalui kolaborasi lintas kementerian," pungkas Menekraf.
Komentar
Kirim Komentar