
Prospek Aliran Modal Asing ke Pasar Keuangan Indonesia Masih Positif
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pasar keuangan Indonesia masih menunjukkan prospek yang positif terhadap aliran modal asing di sisa tahun ini, khususnya pada kuartal IV-2025. Hal ini didorong oleh kombinasi faktor domestik dan global yang memberikan sinyal kondusif bagi masuknya dana investor asing, baik ke pasar saham maupun pasar surat berharga negara (SBN).
Kebijakan Moneter BI yang Menjaga Daya Tarik Aset Investasi
Menurut Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga di level 4,75% pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI tanggal 22 Oktober 2025, bertujuan untuk menjaga daya tarik aset investasi di pasar Indonesia. Dengan suku bunga yang tetap tinggi, imbal hasil yang ditawarkan masih menarik dan tidak mengalami penurunan.
Myrdal menyebutkan bahwa gap antara yield investasi di Indonesia dengan Amerika Serikat yang sebelumnya sempat sangat sempit, kini mulai melebar lagi. Hal ini menjadi indikasi bahwa aset keuangan domestik masih kompetitif dibandingkan negara lain.
Aliran Modal dalam Bentuk FDI Tetap Kuat
Selain portofolio, aliran modal dalam bentuk foreign direct investment (FDI) juga diperkirakan tetap kuat. Investor asing masih tertarik untuk masuk ke sektor-sektor seperti hilirisasi, komunikasi dan internet, serta industri manufaktur seperti makanan-minuman dan farmasi.
Myrdal berharap hal ini dapat menarik aliran modal masuk ke Indonesia pada kuartal IV-2025. Program-program pembangunan dan stimulus pemerintah juga dinilai akan memperkuat sentimen positif terhadap perekonomian dan menjadi daya tarik tambahan bagi investor asing.
Program Pemerintah yang Mendukung Investasi
Beberapa program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan mendapatkan alokasi dana sekitar Rp 3 miliar per koperasi dari Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk pembangunan kantor, kegiatan operasional, hingga modal usaha. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor konstruksi perumahan, serta menyiapkan anggaran Rp 200 triliun melalui Kementerian Keuangan untuk mendukung ekspansi pembiayaan di Himbara.
Peluang The Fed Memangkas Suku Bunga Acuan
Dari sisi global, Myrdal menilai peluang The Fed untuk memangkas suku bunga acuannya cukup besar, seiring inflasi Amerika Serikat yang naik terbatas. Jika suku bunga The Fed lebih rendah, maka hasil investasi di pasar-pasar emerging market akan semakin menarik.
Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Myrdal memperkirakan rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp 16.325 per dolar AS di akhir tahun. Hal ini didorong oleh surplus neraca perdagangan yang masih konsisten di atas US$ 3,5 miliar per bulan dan meningkatnya arus modal asing di pasar keuangan.
Namun, dalam catatan aiotrade, nilai tukar rupiah menguat di perdagangan pekan terakhir pada Jumat (24/10), kurs rupiah spot menguat 0,16% menjadi Rp 16.602 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, kurs rupiah spot tercatat melemah 0,07% dalam sepekan terakhir. Rupiah melemah dalam tiga pekan berturut-turut.
Sementara itu, kurs rupiah Jisdor Jumat (24/10/2025) menguat Rp 15 atau 0,09% menjadi Rp 16.630 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor melemah dalam dua pekan berturut-turut, atau melemah 0,24% dari posisi Rp 16.590 per dolar AS.
Arus Keluar Dana Asing dari Pasar Obligasi
Rupiah juga tertekan oleh arus keluar dana asing dari pasar obligasi pemerintah. Penyempitan selisih imbal hasil antara US Treasury dan Surat Berharga Negara (SBN) disebut-sebut menjadi pertimbangan investor asing dalam menempatkan dana.
Berdasarkan data BI, secara kumulatif sepanjang tahun 2025 berdasarkan data setelmen hingga 23 Oktober, investor nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 48,36 triliun di pasar saham dan Rp 136,76 triliun di SRBI, sementara beli neto Rp 8,58 triliun di pasar SBN.
Komentar
Kirim Komentar