Kemenkeu: Utang Indonesia Turun Jadi Rp9,138 Triliun hingga Juni 2025

Kemenkeu: Utang Indonesia Turun Jadi Rp9,138 Triliun hingga Juni 2025

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Kemenkeu: Utang Indonesia Turun Jadi Rp9,138 Triliun hingga Juni 2025 menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Posisi Utang Pemerintah Hingga Akhir Juni 2025

Posisi utang pemerintah pusat hingga akhir Juni 2025 mencapai angka sebesar Rp9.138,05 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan posisi pada Mei 2025 yang sebesar Rp9.177,48 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah berhasil mengelola utang dengan lebih baik dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Suminto menjelaskan bahwa rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per Juni 2025 sebesar 39,86 persen. Angka ini dianggap cukup rendah dan moderat jika dibandingkan dengan banyak negara lainnya.

“Jadi, per akhir Juni 2025, debt to GDP ratio-nya sebesar 39,86 persen, satu level yang cukup rendah dan moderat dibanding banyak negara,” ujar Suminto kepada wartawan.

Menurutnya, rasio utang tersebut masih berada pada tingkat aman karena di bawah batas 60 persen PDB, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Selain itu, posisi utang Indonesia juga lebih rendah dibandingkan sejumlah negara dengan kekuatan ekonomi setara, seperti Malaysia (61,9 persen terhadap PDB), Filipina (62 persen), Thailand (62,8 persen), dan India (84,3 persen).

“Kita betul-betul melakukan utang secara hati-hati, terukur, dan dalam batas kemampuan,” jelas Suminto.

Rincian Utang Pemerintah

Secara detail, nominal utang per akhir Juni 2025 terdiri atas pinjaman sebesar Rp1.157,18 triliun, yang meliputi pinjaman luar negeri sebesar Rp1.108,17 triliun dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp49,01 triliun. Sementara itu, utang dari surat berharga negara (SBN) mencapai Rp7.980,87 triliun.

Di sisi SBN, utang tersebut didominasi oleh mata uang rupiah dengan nilai sebesar Rp6.484,12 triliun, sedangkan SBN berdenominasi valuta asing mencapai Rp1.496,75 triliun.

“Jadi, pada Juni total outstanding utangnya Rp9.138 triliun, terdiri dari pinjaman Rp1.157 triliun dan SBN Rp7.980 triliun,” rincinya.

Pembayaran Utang Menggunakan Dana Pajak

Suminto juga menyampaikan bahwa utang tersebut akan dibayar menggunakan dana pajak. Karena itu, pemerintah harus berutang secara hati-hati sesuai dengan kemampuan, baik dalam membayar pokok maupun bunganya.

Rencana Pengumuman Data Utang Setiap Kuartal

Di sisi lain, Suminto mengumumkan akan kembali merilis data utang ke publik setiap kuartal. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar statistik utang sesuai dengan ukuran PDB nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tiga bulan, sehingga tidak lagi didasarkan pada asumsi PDB tahunan.

“Supaya statistiknya lebih kredibel, agar rasio itu tidak berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan realisasi. Nanti debt to GDP ratio akan diumumkan setiap tiga bulan,” tukas Suminto.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Kemenkeu: Utang Indonesia Turun Jadi Rp9,138 Triliun hingga Juni 2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar