
Peran Koperasi Desa dalam Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional. Langkah ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Produksi Kopdes Merah Putih di Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Acara ini dihadiri oleh 60 peserta secara offline dan 84 peserta secara online. Asisten Deputi Pengembangan Produksi, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Kemenkop Elviandi menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong peningkatan produksi komoditas unggulan seperti gambir dan kelapa di wilayah tersebut.
“Komoditas unggulan tersebut juga diharapkan memiliki nilai tambah dan didorong untuk bisa dihilirisasi ke depannya,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Pembentukan Kopdes Merah Putih merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mengakselerasi pemerataan pembangunan desa. Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pembentukan Kopdes Merah Putih.
“Desa adalah fondasi pembangunan bangsa. Melalui Kopdes Merah Putih, kami ingin menghadirkan lembaga ekonomi rakyat yang kuat, mandiri, dan berdaya saing sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Data Kemiskinan di Wilayah Pedesaan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2025 mencapai 23,85 juta orang. Sekitar 4 persen di antaranya atau sekitar 12,5 juta orang berada di wilayah pedesaan. Persentase kemiskinan di desa juga masih lebih tinggi (11,03 persen) dibandingkan dengan perkotaan (6,73 persen).
Menurut Elviandi, kondisi ini menegaskan pentingnya pembentukan Kopdes Merah Putih sebagai solusi untuk memperkuat ekonomi desa, mengurangi rantai distribusi hasil pertanian yang panjang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis gotong royong.
Hingga 17 Oktober 2025, tercatat sebanyak 82.066 desa/kelurahan telah membentuk Kopdes Merah Putih melalui Musyawarah Khusus Desa (Musdesus), dan 80.081 di antaranya telah berbadan hukum.
Dukungan Regulasi dan Sinergi Lembaga
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, turut hadir Sekretaris Menteri Koperasi (Sesmenkop) Ahmad Zabadi. Dalam arahannya, SesKemenkop menyatakan bahwa Pemerintah telah menyiapkan regulasi terbaru terkait pembangunan gerai dan pembiayaan untuk mengakselerasi operasionalisasi dan pengembangan usaha Kopdes Merah Putih.
“Hal ini juga dapat semakin meningkatkan semangat para pengurus Kopdes Merah Putih dalam menjalankan dan menumbuhkan Kopdes/Kel Merah Putih,” tuturnya.
Potensi Komoditas Gambir di Sumatera Barat
Provinsi Sumbar memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Salah satu komoditas unggulan daerah ini adalah gambir. Provinsi ini menyumbang hingga 90 persen dari total produksi gambir nasional, terutama dari Kabupaten Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, dan Agam.
Data BPS Sumbar tahun 2022 mencatat luas lahan gambir mencapai 28.837 hektare (ha) dengan total produksi 13.887 ton. Komoditas ini menjadi bahan baku penting industri farmasi, kosmetik, penyamakan kulit, serta makanan, menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama 80 persen kebutuhan gambir dunia.
Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Pembiayaan Rudi Wijaya berharap dukungan aktif seluruh pengurus Kopdes Merah Putih, serta sinergi dengan lembaga pembiayaan. Baik perbankan maupun non-perbankan, dapat memperkuat sektor produksi daerah. Termasuk mendorong berdirinya pabrik pengolahan gambir berbasis koperasi di Sumbar.
Di kesempatan yang sama, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri mengatakan, dukungan Pemerintah untuk pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan di Sumbar terus dilakukan. Antara lain, rencana pendirian pabrik gambir bekerjasama dengan PTPN, juga regulasi alokasi luasan ABT hilirisasi, dan peremajaan dan perluasan pada komoditas seperti kelapa dan kopi.
“Kopdes Merah Putih di Sumbar juga berpotensi sebagai penerima bantuan benih ABT, penangkar benih dan juga sebagai Off-taker,” ucapnya.
Saat ini, terdapat 1.270 Kopdes Merah Putih di Provinsi Sumatera Barat, dengan 1.197 di antaranya telah memiliki akun SIMKOPDES, 81 memiliki gerai aktif, dan 27 telah mengajukan kemitraan ke BUMN.
Kemenkop mendorong agar 73 Kopdes Merah Putih yang belum terdaftar di SIMKOPDES segera melengkapi administrasi agar dapat berpartisipasi dalam tahap pengembangan berikutnya.
Komentar
Kirim Komentar