
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sinergi Kemendagri dan Kemenkeu dalam Transformasi Fiskal Daerah
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki peran penting dalam memastikan transformasi fiskal daerah berjalan dengan transparan, produktif, dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antar dua kementerian ini.
Dalam konteks transformasi fiskal, Mendagri Tito menjelaskan bahwa pengalihan sebagian Transfer ke Daerah (TKD) merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memperkuat fokus pemerintah daerah pada program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat. "Langkah ini bukan pemangkasan, melainkan bagian dari strategi agar daerah lebih mandiri dan memiliki tata kelola keuangan yang sehat," ujar Tito dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (26/10/2025).
Menkeu Purbaya juga menyarankan kepada para kepala daerah untuk memanfaatkan momentum ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran. "Total dana ke daerah tahun 2025 tetap sekitar Rp 1.300 triliun, namun sebagian dialokasikan melalui kementerian agar penggunaan anggaran lebih terarah," jelas Purbaya.
Dalam sinergi fiskal nasional, Kemenkeu dan Kemendagri memiliki peran yang saling melengkapi. Kemenkeu bertugas mengatur alokasi, penyaluran, dan pengawasan TKD, sehingga setiap rupiah dana publik dapat disalurkan secara efisien dan tepat waktu. Sementara itu, Kemendagri mengawasi teknis pengelolaan serta pengalihan TKD di tingkat daerah, memastikan anggaran digunakan sesuai rencana dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Selain itu, kedua kementerian bekerja sama dalam mengendalikan inflasi di tingkat daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui percepatan realisasi belanja dan penguatan daya beli masyarakat.
Peran Penting dalam Reformasi Fiskal Nasional
Seorang dosen Administrasi Bisnis Universitas Nusa Cendana, Ricky Ekaputra Foeh, menyebut bahwa langkah koordinatif antara Mendagri dan Menkeu menunjukkan babak baru dalam reformasi fiskal nasional. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya dua kementerian strategis tersebut bergerak dalam satu garis kebijakan fiskal yang terpadu. Kemendagri memperkuat fungsi pengawasan belanja daerah, sementara Kemenkeu memperkuat disiplin fiskal melalui regulasi penyaluran TKD.
"Selama ini, isu fiskal daerah sering terjebak pada tumpang tindih peran antara pusat dan daerah. Tapi kini, kita melihat arah yang lebih jelas. Kemenkeu dan Kemendagri tidak lagi berjalan paralel, melainkan bersinergi dalam satu kerangka transformasi fiskal yang terukur," ujar Ricky.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan data antara Bank Indonesia (BI), Kemenkeu, dan Kemendagri terkait dana mengendap bukanlah indikasi kelemahan. Justru, hal itu menjadi tanda mekanisme pelaporan fiskal mulai diperhatikan secara serius dan saling diaudit.
"Kalau dulu perbedaan data dianggap masalah, sekarang justru menjadi momentum untuk membangun integrasi sistem pelaporan fiskal yang real-time dan kredibel. Sinergi dua kementerian ini bisa menjadi katalis untuk menciptakan satu portal fiskal nasional yang terintegrasi," tambah Ricky.
Komentar
Kirim Komentar