Kompetisi SOBAT 2025 Dorong Generasi Muda Kembangkan Inovasi Berkelanjutan

Kompetisi SOBAT 2025 Dorong Generasi Muda Kembangkan Inovasi Berkelanjutan

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Kompetisi SOBAT 2025 Dorong Generasi Muda Kembangkan Inovasi Berkelanjutan yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pembaruan SOBAT Competition 2025: Mendorong Inovasi dan Kemandirian Generasi Muda

Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKBUT) kembali menyelenggarakan SOBAT Competition 2025, sebuah ajang kompetisi inovasi tahunan yang memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya. Kompetisi ini memiliki tema utama "Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dan Adaptif dalam Mewujudkan Keberlanjutan", yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat berinovasi sekaligus menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, dan pendidik untuk menyalurkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Corporate Communications Manager UT Himawan Sutanto menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan berlangsung selama lima bulan, mulai dari Juni hingga Oktober, dan ditutup dengan pengumuman pemenang pada puncak perayaan HUT United Tractors yang digelar pada 16 Oktober 2025. Ia menekankan bahwa melalui SOBAT Competition 2025, pihaknya ingin terus konsisten memberikan ruang bagi ide-ide kreatif yang mampu menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Tujuan dan Kontribusi

Himawan Sutanto juga menegaskan bahwa pihaknya percaya bahwa kemajuan bangsa berawal dari generasi muda yang memiliki semangat berinovasi dan daya adaptasi tinggi terhadap perubahan. Selain itu, ia menyatakan bahwa setiap individu, termasuk teman-teman disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan menunjukkan potensi terbaik mereka.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2019, SOBAT Competition secara konsisten menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan karya dan inovasi terbaiknya. Pada tahun ini, kompetisi terbagi ke dalam tujuh kategori, yaitu SMA/MA Umum, SMK Umum, SMK Teaching Factory (TeFa), Politeknik atau Universitas Umum, Guru Umum, Dosen Umum, serta Kelompok Disabilitas.

Subtema dan Penilaian

Beragam subtema dirancang untuk mendorong lahirnya inovasi relevan dan solutif terhadap tantangan masa kini. Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan oleh dewan juri yang merupakan para ahli dari berbagai bidang industri dan akademisi, meliputi perwakilan dari UT, YKBUT, UT School, PT Astra International Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Global Service Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Politeknik Astra, Yayasan Autisme Indonesia, AXIOO, serta akademisi dari Swiss German University, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Politeknik Negeri Lampung, dan Akademi Inovasi Indonesia.

Antusiasme Peserta

Himawan Sutanto mengatakan bahwa SOBAT Competition terus mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Antusiasme ini tercermin dari peningkatan jumlah karya yang dikirimkan setiap tahun. Pada 2024, tercatat ada 848 inovasi yang terdaftar, lalu meningkat pada 2025 menjadi 1.028 inovasi. Tahun ini menjadi momen istimewa dengan hadirnya kategori baru, yaitu Kelompok Disabilitas, yang diperuntukkan bagi peserta didik aktif di jenjang SMALB, SMKLB, atau sederajat, serta mahasiswa.

Kategori dan Proses Seleksi

Kategori ini mencakup penyandang disabilitas sensorik, fisik, intelektual, dan mental. Kehadiran kategori ini menjadi wujud nyata komitmen UT dalam mendukung inklusivitas dan pemberdayaan bagi seluruh masyarakat.

Rangkaian kompetisi terdiri atas tiga tahap utama. Pertama, peserta mengumpulkan resume atau deskripsi singkat mengenai karya inovasinya. Peserta yang lolos ke tahap kedua kemudian diminta menyerahkan makalah, desain prototipe, atau poster untuk dinilai lebih lanjut. Tahap terakhir adalah presentasi final, di mana peserta memaparkan prototipe yang telah dikembangkan di hadapan dewan juri. Sepanjang proses seleksi, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui webinar, coaching clinic, dan sesi mentoring agar mampu menyempurnakan karya inovasinya secara optimal.

Komitmen UT dalam Inovasi Berkelanjutan

Melalui penyelenggaraan SOBAT Competition 2025, UT berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen UT dalam mengimplementasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mewujudkan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. UT percaya bahwa melalui semangat kolaborasi dan inklusivitas, generasi muda dapat menjadi penggerak utama dalam menciptakan perubahan positif bagi masa depan bangsa.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar