
Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU Bersepakat Gelar Muktamar Luar Biasa
Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) telah menyepakati untuk menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB). Keputusan ini diambil setelah adanya penggalangan dukungan dari 50+1 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Hal ini menjadi poin keempat dalam putusan forum, terutama jika kedua pihak tidak bersedia memberikan kewenangan kepada Mustasyar.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH HM Abdul Muid Shohib, menjelaskan bahwa MLB akan diselenggarakan selambat-lambatnya sebelum rombongan jamaah haji kloter pertama tahun 2026 diberangkatkan. Komite penyelenggaraannya akan dibentuk oleh dan dari PWNU serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, dengan melibatkan pihak internal NU yang dianggap perlu.
Kehadiran Para Tokoh dan Perwakilan
Musyawarah ini dihadiri oleh berbagai jajaran Mustasyar PBNU, seperti KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Sirodj, KH Muhammad Nuh Addawami, dan KH Zaki Mubarok. Selain itu, hadir juga jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, pimpinan lembaga dan badan otonom tingkat pusat, para pengasuh pondok pesantren, serta perwakilan PWNU dan PCNU dari seluruh Indonesia.
Total peserta yang hadir secara langsung mencapai 601 orang, sementara 546 peserta lainnya mengikuti secara daring. Mereka mewakili 308 PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia.
Keprihatinan atas Konflik Internal
Forum Musyawarah Kubro menyampaikan keprihatinan mendalam atas semakin meruncingnya konflik internal di tubuh PBNU. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya ishlah melalui forum para masyayikh dan sesepuh NU, termasuk musyawarah di Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dan Pesantren Tebuireng, Jombang, situasi tetap tidak membaik.
Empat Seruan dan Taujihat
Setelah mencermati arahan para kiai dan sesepuh NU dari jajaran Mustasyar PBNU, serta mendengarkan pandangan dan usulan dari para PWNU, Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU menyampaikan seruan dan taujihat sebagai berikut:
Pertama
Musyawarah Kubro melihat bahwa konflik internal di PBNU telah meruntuhkan marwah dan wibawa Jam’iyah, serta menghilangkan kepercayaan publik yang selama ini terbangun kepada NU.
Kedua
Untuk menjaga keutuhan Jam’iyah dan mengembalikan nama baik NU, Forum Musyawarah Kubro meminta Rais Am dan Ketua Umum PBNU melakukan ishlah selambat-lambatnya dalam waktu 3x24 jam sejak pukul 12.00 tanggal 21 Desember 2026.
Ketiga
Jika kedua pihak tidak bersedia melakukan ishlah, maka Musyawarah Kubro meminta mereka menyerahkan kewenangan dan kepercayaan kepada Mustasyar untuk menyelenggarakan Muktamar NU pada tahun 2026, dalam tenggat waktu 1x24 jam setelah tenggat waktu ishlah berakhir.
Keempat
Jika kedua pihak tetap tidak bersedia memberikan kewenangan kepada Mustasyar, Forum Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU sepakat untuk menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) melalui penggalangan dukungan 50+1 dari PWNU.
MLB akan diselenggarakan selambat-lambatnya sebelum rombongan jamaah haji kloter pertama tahun 2026 diberangkatkan. Komite penyelenggaraannya akan dibentuk oleh dan dari PWNU dan PCNU, dengan melibatkan pihak internal NU yang dipandang perlu.
Harapan untuk Keutuhan NU
Hasil Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU ini disampaikan sebagai bentuk perhatian dan harapan agar dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi keutuhan Jam’iyyah NU. Dengan harapan, Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, petunjuk, dan pertolongan kepada Nahdlatul Ulama.
Komentar
Kirim Komentar