Kopdes Merah Putih Siap Garap Bisnis Sawit, CELIOS Beri Peringatan Ini

Kopdes Merah Putih Siap Garap Bisnis Sawit, CELIOS Beri Peringatan Ini

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Kopdes Merah Putih Siap Garap Bisnis Sawit, CELIOS Beri Peringatan Ini menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade.CO.ID JAKARTA
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tengah mengambil langkah strategis dengan merencanakan masuk ke bisnis perkebunan kelapa sawit. Namun, rencana ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran dari kalangan ahli ekonomi dan pengamat bisnis. Mereka khawatir bahwa tindakan ini bisa berujung pada kerugian besar jika tidak diiringi persiapan yang matang dan kemampuan manajerial yang memadai.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menyampaikan pandangannya mengenai hal ini. Menurutnya, setiap entitas bisnis harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar dan memiliki kemampuan inti yang sesuai dengan industri yang akan dijalaninya. Dalam kasus Kopdes Merah Putih, Huda menilai bahwa masuknya koperasi ini ke industri kelapa sawit tanpa adanya keahlian dalam pengelolaan dapat berujung pada sia-sia.

"Ketika suatu entitas bisnis dipaksakan masuk ke industri tertentu tanpa persiapan yang matang, maka risiko kerugian akan sangat tinggi," ujar Huda kepada aiotrade.co.id, Minggu (26/10). Ia menekankan bahwa pengelolaan perkebunan kelapa sawit memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus, termasuk dalam hal manajemen operasional, pengadaan bahan baku, dan distribusi hasil panen.

Selain itu, Huda juga menyoroti pentingnya biaya operasional bulanan atau ongkos yang dikeluarkan dalam pengelolaan perkebunan. Jika Kopdes Merah Putih tidak memiliki kemampuan untuk mengelola kebun sawit secara profesional, maka dana yang dikeluarkan tersebut akan menjadi beban yang berat. Hal ini bisa mengurangi efisiensi dan bahkan mengancam kelangsungan hidup koperasi.

Masalah lain yang juga menjadi perhatian Huda adalah faktor pasar. Keberlanjutan bisnis sawit oleh Kopdes Merah Putih sangat bergantung pada kesiapan off-taker atau pembeli hasil panen. Tanpa adanya jaminan ketersediaan pembeli, bisnis ini akan sulit bertahan. Ia menyarankan agar pihak koperasi lebih dulu memastikan kesiapan pasar sebelum memulai operasional.

Selain tantangan internal, Huda juga mengingatkan tentang potensi praktik rent-seeking atau perburuan rente. Ia menduga bahwa Koperasi Merah Putih justru hanya akan menjadi stempel untuk mengamankan operasional perkebunan yang sebenarnya tetap dijalankan oleh perusahaan korporasi besar.

"Saya mengkhawatirkan praktik ini akan melanjutkan praktik rent-seeking melalui Koperasi Merah Putih. Koperasi Merah Putih menggarap lahan sawit, namun praktiknya tetap digarap oleh perusahaan," tegasnya.

Huda berpandangan bahwa praktik seperti ini hanya akan mengganti pemain di permukaan, alih-alih mengembalikan fungsi lahan sesuai dengan peruntukannya. Seharusnya, lahan sawit yang diambil dari kawasan hutan harus dikembalikan terlebih dahulu fungsinya agar sesuai dengan tujuan awalnya.

Dengan demikian, Huda menegaskan bahwa masuknya Kopdes Merah Putih ke industri perkebunan kelapa sawit memerlukan persiapan yang matang, dukungan dari pihak-pihak terkait, serta komitmen untuk menjaga keberlanjutan dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Kopdes Merah Putih Siap Garap Bisnis Sawit, CELIOS Beri Peringatan Ini ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar