KrediOne Buka Akses Keuangan Digital Cepat dan Aman di Era Modern

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada KrediOne Buka Akses Keuangan Digital Cepat dan Aman di Era Modern yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
KrediOne Buka Akses Keuangan Digital Cepat dan Aman di Era Modern

Transformasi Digital dalam Pembiayaan: Fintech sebagai Solusi Cepat dan Aman

Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, transformasi digital di sektor keuangan telah membuka akses baru bagi masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan. Salah satu contohnya adalah layanan pinjaman daring atau digital lending, yang kini menjadi solusi cepat dan tanpa batasan jarak. Melalui platform ini, masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk generasi muda dan pelaku usaha kecil, dapat memperoleh dana tanpa harus datang ke bank.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

KrediOne, salah satu penyelenggara fintech yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjadi salah satu perusahaan yang menghadirkan solusi finansial yang cepat, aman, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. CEO KrediOne, Kuseryansah, menjelaskan bahwa semua proses di KrediOne bersifat contactless, yaitu cukup melalui ponsel, dana bisa cair dalam hitungan menit.

Layanan Pinjaman Digital untuk Masyarakat Unbankable

Menurut Kuseryansah, layanan pinjaman digital saat ini menjadi jembatan bagi masyarakat yang tergolong unbankable, terutama generasi muda yang baru memulai karier atau usaha. Melalui sistem algoritma dan credit scoring, penilaian kemampuan finansial peminjam dilakukan secara objektif dan real-time. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat dan akurat.

Namun, kemudahan ini bukan berarti tanpa risiko. Kuseryansah menegaskan pentingnya literasi finansial dan disiplin dalam mengelola pinjaman. Ia menyarankan agar masyarakat menggunakan pinjaman untuk hal produktif atau kebutuhan mendesak, bukan untuk konsumsi yang tidak perlu. “Jika terlambat satu hari saja, nilai kredit bisa turun,” ujarnya.

Reputasi Digital dan Pentingnya Literasi Finansial

Di era digital, setiap aktivitas keuangan terekam dalam jejak digital (digital footprint). Nilai kredit positif tidak hanya memengaruhi kemampuan meminjam di masa depan, tetapi juga mencerminkan reputasi seseorang. Bahkan, di beberapa negara, credit score menjadi pertimbangan sosial, hingga calon mertua bisa mengecek skor keuangan calon menantunya.

Sejak berdiri pada 2019, KrediOne telah diunduh lebih dari 30 jual kali, dengan 15 juta pengguna terdaftar. Meski begitu, Kuseryansah mengingatkan bahwa menjadi pengguna tidak berarti wajib meminjam. “Daftar dulu boleh, tapi pinjam kalau memang perlu dan mampu bayar. Prinsipnya, pinjam harus siap membayar,” tegasnya.

Standar Penagihan Humanis dan Perlindungan Pengguna

Sebagai perusahaan fintech yang berizin OJK dan anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), KrediOne menerapkan standar penagihan humanis. Semua petugas penagih wajib memiliki sertifikasi resmi, dan proses penagihan dibatasi hanya sampai pukul 20.00 malam. “Kami tidak mentoleransi tindakan intimidatif atau teror. Penagihan dilakukan dengan sopan, membantu nasabah tetap disiplin membayar,” tambahnya.

Waspadai Akun Palsu dan Tautan Penipuan

Dalam kesempatan yang sama, Kuseryansah juga menyoroti maraknya akun palsu dan tautan penipuan (fraud) yang mengatasnamakan lembaga keuangan resmi. Ia mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa legalitas lembaga melalui situs resmi OJK (www.ojk.go.id) atau situs asosiasi fintech (afi.id) sebelum mengunduh aplikasi atau mengklik tautan. “Di dunia digital, beda satu huruf bisa beda alamat. Jadi harus hati-hati. Jangan klik tautan sembarangan karena bisa mencuri data pribadi,” pesannya.

Partisipasi dalam Bulan Inklusi Keuangan 2025

KrediOne juga turut berpartisipasi dalam Bulan Inklusi Keuangan 2025 yang digelar OJK di Tunjungan Plaza 1 Surabaya pada 23–26 Oktober 2025. Di sana, masyarakat dapat berkonsultasi langsung mengenai pinjaman digital dan literasi keuangan. “Kami ingin mengedukasi publik bahwa pinjaman daring bukan untuk menjerat, tapi menjadi solusi. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat bisa menikmati manfaat finansial digital secara sehat dan bertanggung jawab,” tutup Kuseryansah.


Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar