Kunjungan Prabowo ke AS Dihiasi Tuduhan Wawancara 'Setting' dan Hotel Mewah

Kunjungan Prabowo ke AS Dihiasi Tuduhan Wawancara 'Setting' dan Hotel Mewah

Kabar selebriti kembali membuat penasaran netizen. Kali ini beredar kabar tentang Kunjungan Prabowo ke AS Dihiasi Tuduhan Wawancara 'Setting' dan Hotel Mewah yang ramai dibahas. Cek faktanya.
Featured Image

Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB: Momentum yang Menarik Perhatian

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke New York beberapa waktu lalu menjadi momen penting dalam sejarah diplomasi Indonesia. Pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi yang pertama kalinya sejak lebih dari sepuluh tahun terakhir. Namun, selain isi pidato yang menarik perhatian, banyak cerita lain yang muncul sebagai bahan pembicaraan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Selain fokus pada posisi Indonesia mengenai pengakuan negara Palestina dalam konflik Israel-Palestina, isu yang juga menjadi sorotan adalah video wawancara antara Narasi dengan dua warga Indonesia di New York, yaitu Glory Lamria Aritonang dan Mathius Brein Andwika Sitohang. Video berdurasi 2 menit 5 detik ini viral setelah diunggah oleh akun media online. Dalam wawancara tersebut, keduanya menyampaikan antusiasme mereka terhadap kedatangan Presiden Prabowo.

Video tersebut mendapat perhatian luas setelah beberapa unggahan foto Glory di kolam renang hotel Aman New York. Hotel ini disebut sebagai tempat menginap delegasi Indonesia selama kunjungan ke New York. Akun X @barengwarga kemudian menuding bahwa wawancara tersebut sudah diatur sebelumnya, termasuk pemberian fasilitas kamar gratis di Hotel Aman bagi Glory dan Brein.

Penyangkalan terhadap Tudingan Settingan

Brein, yang merupakan penerima beasiswa LPDP dan saat ini sedang menjalani program Master of Business Administration di University of Washington, Seattle, membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya dan teman-temannya sedang berada di depan hotel saat didatangi wartawan. "Salah satu wartawan itu menghampiri teman saya, Glory, saya kurang tahu alasannya apa, tapi saya kira hanya random picking saja," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam wawancara tersebut, ada tiga pertanyaan yang diajukan oleh wartawan, yaitu soal data pribadinya, tanggapannya tentang kehadiran presiden Indonesia di Amerika Serikat, dan harapan kepada presiden dalam sidang umum PBB. "Yang saya apresiasi itu kehadiran dan stance Bapak Prabowo, bukan kemudian saya melupakan isu-isu yang ada dan bergulir di Indonesia," tambahnya.

Zen Rahmat Sugito, pemimpin redaksi Narasi, juga membantah bahwa wawancara tersebut sudah diatur sebelumnya. "Enggak ada [wawancara settingan]. Orang-orangnya ada di situ dan enggak ada diarahin siapa-siapa," katanya.

Fasilitas Menginap di Hotel Aman?

Brein mengklaim bahwa dirinya tidak menginap di hotel yang sama dengan Presiden Prabowo. Ia tinggal di rumah salah satu temannya selama berada di New York. Ia juga menyatakan bahwa tidak ada uang yang diterimanya, satu rupiah pun, sampai hari ini.

Menurut Brein, pada 19 September lalu, ia hadir bersama penerima beasiswa LPDP dan Permias Nasional dalam kapasitasnya sebagai Ko-Presiden Mata Garuda, organisasi alumni dan penerima beasiswa LPDP. Ia mengaku mendapatkan informasi rencana kedatangan Prabowo dari Konjen KJRI Winanto Adi sejak bulan Mei.

Suara Diaspora Lain di AS dan Isu Intimidasi

Tidak semua warga diaspora Indonesia merasa terwakili oleh pendapat Glory dan Brein. Melalui wadah Amerika Bergerak, mereka membuat dan mengumpulkan video untuk menyuarakan keprihatinan mereka. "Inisiatif ini bentuk ekspresi keresahan dari teman-teman diaspora dan mahasiswa yang prihatin dengan apa yang sedang terjadi di Indonesia," ujar Nathanael dari Amerika Bergerak.

Mereka juga menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo untuk berdialog dengan mahasiswa dan diaspora yang berada di New York. Selain itu, mereka menuntut pemerintah untuk mengevaluasi program makan bergizi gratis (MBG), membebaskan warga sipil yang ditahan setelah demonstrasi 25-30 Agustus 2025, serta menghentikan kriminalisasi terhadap pemilik, penyunting, penulis, dan penerbit buku.

ABC Indonesia juga mencoba mengonfirmasi laporan intimidasi yang dialami peserta Aksi Kamisan di New York. Berdasarkan laporan Tempo, beberapa pengurus Aksi Kamisan mengaku pernah diancam intel agar menghentikan kegiatan dengan ancaman pencabutan beasiswa LPDP hingga dilaporkan ke imigrasi Amerika Serikat. Ancaman tersebut dilakukan baik secara daring maupun luring.

Aksi Kamisan di kota New York sudah tidak aktif sejak 19 Juni 2025. Beberapa peserta Aksi Kamisan yang dihubungi ABC Indonesia menolak berkomentar karena alasan keamanan.

Kesimpulan: Tunggu update selanjutnya dari artis favorit Anda. Jangan lupa untuk bagikan berita ini ke sesama fans.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar