Laba Bersih BUMN Karya PTPP Menurun Tajam, Hanya Rp5,55 Miliar di Kuartal III/2025

Laba Bersih BUMN Karya PTPP Menurun Tajam, Hanya Rp5,55 Miliar di Kuartal III/2025

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Laba Bersih BUMN Karya PTPP Menurun Tajam, Hanya Rp5,55 Miliar di Kuartal III/2025 menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kinerja Keuangan PT PP (Persero) Tbk. Menurun Signifikan

PT PP (Persero) Tbk., sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, mencatatkan penurunan kinerja keuangan yang signifikan selama periode Januari hingga September 2025. Laba bersih perusahaan mengalami penurunan hingga 97,92%, dengan angka yang tercatat sebesar Rp5,55 miliar, dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp267,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, pendapatan PTPP juga mengalami penurunan sebesar 23,33% secara year on year (YoY) menjadi Rp10,73 triliun dari sebelumnya sebesar Rp14 triliun pada kuartal III/2024. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai segmen bisnis yang turut memengaruhi pendapatan perusahaan.

Pendapatan Berdasarkan Segmen Bisnis

Pendapatan PTPP berasal dari beberapa segmen bisnis utama, antara lain:

  • Konstruksi: Rp8,99 triliun
  • EPC (Engineering, Procurement, and Construction): Rp781,80 miliar
  • Properti dan Real Estate: Rp544,46 miliar
  • Pendapatan Keuangan atas Konstruksi Aset: Rp247,32 miliar
  • Pertambangan: Rp190,21 miliar

Penurunan pendapatan ini kemudian diikuti oleh efisiensi beban pokok yang juga menurun sebesar 26,14% YoY menjadi Rp9,12 triliun. Hal ini menyebabkan laba kotor PTPP turun sedikit menjadi Rp1,61 triliun dari sebelumnya Rp1,65 triliun.

Beban dan Laba Tahun Berjalan

PTPP juga membukukan sejumlah beban yang cukup besar, termasuk:

  • Beban Usaha: Rp595,31 miliar
  • Beban Keuangan: Rp1,5 triliun
  • Beban Lainnya: Rp590,24 miliar

Akibat dari beban-beban tersebut, laba tahun berjalan PTPP tersisa sebesar Rp15,24 miliar. Namun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya mencapai Rp5,55 miliar sepanjang kuartal III/2025. Sementara itu, laba yang diatribusikan ke kepentingan nonpengendali mencapai Rp9,68 miliar.

Pengaruh Terhadap Laba Per Saham

Penurunan laba bersih membuat laba per saham PTPP merosot tajam menjadi Rp1 per saham dari sebelumnya Rp43 per saham pada kuartal III/2024.

Kondisi Neraca Perusahaan

Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas PTPP tercatat sebesar Rp2,69 triliun hingga kuartal III/2025, atau turun 12,13% dibandingkan dengan posisi Rp3,07 triliun setahun sebelumnya.

Total aset perseroan juga turun tipis sebesar 1,88% menjadi Rp55,53 triliun dibandingkan dengan Rp56,59 triliun pada akhir 2024. Di sisi lain, liabilitas PTPP berkurang 2,67% YtD menjadi Rp40,23 triliun. Sementara itu, ekuitas perseroan meningkat tipis 0,27% ke posisi Rp15,29 triliun.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT PP (Persero) Tbk. pada semester pertama tahun 2025 menunjukkan penurunan yang signifikan, baik dalam hal laba bersih maupun pendapatan. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penurunan pendapatan dari berbagai segmen bisnis serta peningkatan beban operasional. Meskipun ekuitas perusahaan sedikit meningkat, kondisi keuangan perusahaan tetap memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan stabilitas jangka panjang.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Laba Bersih BUMN Karya PTPP Menurun Tajam, Hanya Rp5,55 Miliar di Kuartal III/2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar