
Lamine Yamal, pemain muda Barcelona yang terkenal dengan bakatnya, melakukan selebrasi yang menimbulkan perdebatan di Liga Spanyol.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pemain berusia 18 tahun ini mencetak gol penutup dalam pertandingan Barcelona melawan Villarreal. Tim juara bertahan Liga Spanyol berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor 2-0 di Estadio de la Ceramica pada Minggu (21/12/2025).
Yamal mencetak gol setelah menerima umpan pendek dari Frenkie de Jong. Ia menggunakan sisi luar kakinya untuk menembak bola ke gawang lawan. Gol ini menjadi yang kedua bagi Barcelona setelah Raphinha mencetak gol dari titik penalti di babak pertama.
Setelah mencetak gol, Yamal berlari ke tepi lapangan dan melakukan selebrasi unik, seolah-olah sedang meniup peluit dengan jarinya di hadapan para penggemar Villarreal. Aksi ini dinilai sebagai respons atas cemoohan yang diterimanya dari suporter tuan rumah.
Yamal menjadi sasaran cemoohan setelah mendapat tekel keras dari Ruben Veiga di babak pertama. Veiga menjatuhkan Yamal dari belakang dan langsung menerima kartu merah dari wasit. Meskipun Yamal hanya menjalani pemeriksaan singkat oleh tim medis, para penggemar Villarreal mungkin menganggap aksinya berlebihan.
Akibatnya, Yamal sering mendapat siulan dan ejekan dari tribun setiap kali menyentuh bola. Selebrasi peluit ala Yamal memicu perdebatan di media lokal maupun media sosial.
Beberapa pihak menganggap aksi Yamal sebagai provokasi. Mereka berpendapat bahwa ia mencari musuh dengan meledek suporter Villarreal. Bahkan, beberapa penggemar memperingatkan Yamal agar tidak merespons cemoohan lawan dengan cara yang sama.
Perilaku seperti ini sering dilakukan oleh Vinicius Junior, winger Real Madrid yang kerap melakukan tindakan kontroversial untuk membalas ejekan pendukung lawan. Beberapa komentar di kolom artikel menunjukkan ketidaksukaan terhadap Yamal.
"Jika terus seperti ini, dia akan menjadi seperti Vinicius," tulis salah satu pengguna akun.
"Kebanggaannya terlalu berlebihan. Dia tidak perlu diprovokasi, seperti Vini yang menerima hinaan dan membuat gestur provokatif," tambah yang lain.
Ada juga yang membandingkan perlakuan berbeda dari penggemar atau media terhadap selebrasi Yamal dan Vinicius.
"Jika Vinicius yang melakukan itu, Anda harus memanggil tim SWAT," ujar seorang netizen.
Namun, ada juga pihak yang mendukung Yamal. Mereka menganggap selebrasi tersebut bukanlah aksi provokatif. Perayaan ini hanya respons atas serbuan verbal yang diterima Yamal selama pertandingan.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyatakan bahwa tindakan Veiga jelas merupakan pelanggaran yang pantas dihukum kartu merah.
"Aksinya sangat kasar kepada Lamine. Setelah itu, jelas bahwa mereka fokus mengincar Lamine," kata Flick kepada Mundodeportivo.
"Dia harus mengatasi tekanan itu, dan mencetak gol adalah jawaban yang tepat," imbuhnya.
Kemenangan Barcelona di pertandingan ini memperkuat posisi mereka di puncak klasemen Liga Spanyol. Blaugrana mengumpulkan 46 poin dari 18 pertandingan, unggul empat angka dari Real Madrid.
Komentar
Kirim Komentar