Lebih dari 50.000 Pekerja AS Kehilangan Pekerjaan Akibat AI Tahun Ini

Lebih dari 50.000 Pekerja AS Kehilangan Pekerjaan Akibat AI Tahun Ini

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Lebih dari 50.000 Pekerja AS Kehilangan Pekerjaan Akibat AI Tahun Ini yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

AI sebagai Faktor Utama Pemutusan Hubungan Kerja di Amerika Serikat

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus meningkat pesat di berbagai sektor industri, termasuk dalam proses pemutusan hubungan kerja (PHK). Tahun 2025 menjadi tahun yang menarik dalam hal ini, karena AI secara langsung menjadi salah satu faktor utama dalam pengurangan jumlah pekerja di banyak perusahaan besar di Amerika Serikat.

Menurut data dari konsultan ketenagakerjaan Challenger, Gray & Christmas, hampir 55.000 PHK pada tahun ini secara langsung dikaitkan dengan penerapan AI. Secara keseluruhan, jumlah PHK yang diumumkan sepanjang 2025 mencapai 1,17 juta pekerjaan. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 pada 2020, ketika total PHK mencapai 2,2 juta hingga akhir tahun.

Di tengah tekanan inflasi dan peningkatan biaya operasional, banyak perusahaan memandang AI sebagai solusi untuk efisiensi biaya. Studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang dirilis pada November menunjukkan bahwa AI sudah mampu menggantikan pekerjaan sebesar 11,7 persen dari pasar tenaga kerja AS. Teknologi ini juga disebut berpotensi menghemat hingga 1,2 triliun dollar AS dalam biaya upah, terutama di sektor keuangan, layanan kesehatan, dan jasa profesional lainnya.

Namun, tidak semua pihak sepakat bahwa AI menjadi penyebab utama PHK. Fabian Stephany, asisten profesor AI dan dunia kerja di Oxford Internet Institute, sebelumnya mengatakan bahwa AI bisa saja dijadikan alasan PHK. Stephany menilai banyak perusahaan yang berkinerja baik selama pandemi telah “merekrut terlalu banyak karyawan.” PHK yang terjadi saat ini, menurut dia, lebih menyerupai proses “pembersihan pasar.”

“Ini sampai batas tertentu adalah memecat orang-orang yang sejak awal tidak memiliki prospek jangka panjang yang berkelanjutan. Alih-alih mengakui kesalahan perhitungan dua atau tiga tahun lalu, perusahaan kemudian menjadikan AI sebagai kambing hitam,” ujar Stephany.

Perusahaan Besar yang Menggunakan AI dalam Strategi PHK

Beberapa perusahaan besar di AS secara terbuka menyebut AI sebagai bagian dari strategi PHK dan restrukturisasi mereka sepanjang 2025:

  • Amazon
    Amazon mengumumkan gelombang PHK terbesar dalam sejarah perusahaan pada Oktober 2025 dengan memangkas 14.000 posisi karyawan korporat. Langkah ini diambil seiring fokus perusahaan pada “taruhan terbesar” mereka, termasuk AI. Senior Vice President of People Experience and Technology Amazon, Beth Galetti, menulis dalam sebuah unggahan blog bahwa generasi AI ini adalah teknologi paling transformatif yang mereka lihat sejak internet.

  • Microsoft
    Microsoft juga telah memangkas sekitar 15.000 pekerja sepanjang 2025. CEO Microsoft Satya Nadella menulis dalam memo kepada karyawan bahwa perusahaan perlu “membayangkan ulang” misinya untuk era baru, seraya menekankan peran penting AI.

  • Salesforce
    CEO Salesforce Marc Benioff mengonfirmasi pada September bahwa perusahaan telah memangkas 4.000 pekerja layanan pelanggan dengan bantuan AI. Menurut Benioff, AI sudah menangani hingga 50 persen pekerjaan di Salesforce.

  • IBM
    CEO IBM Arvind Krishna mengatakan bahwa chatbot AI telah menggantikan pekerjaan beberapa ratus karyawan di divisi sumber daya manusia. Namun, berbeda dengan perusahaan lain, Krishna menyebut IBM justru meningkatkan perekrutan di bidang yang membutuhkan pemikiran kritis.

  • CrowdStrike
    Perusahaan keamanan siber CrowdStrike pada Mei mengumumkan PHK terhadap 5 persen tenaga kerjanya, atau sekitar 500 karyawan, dan secara langsung mengaitkan langkah tersebut dengan AI.

  • Workday
    Platform sumber daya manusia Workday pada Februari menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengumumkan PHK pada 2025. Perusahaan memangkas 8,5 persen tenaga kerjanya, atau sekitar 1.750 pekerjaan. CEO Workday Carl Eschenbach mengatakan, PHK dilakukan untuk memprioritaskan investasi AI dan membebaskan sumber daya perusahaan.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar