Libur Nataru: Waspadai Jalur Rawan Bencana, Hindari Jalan Alternatif

Libur Nataru: Waspadai Jalur Rawan Bencana, Hindari Jalan Alternatif

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Libur Nataru: Waspadai Jalur Rawan Bencana, Hindari Jalan Alternatif. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Persiapan Pengamanan Jalan Saat Libur Nataru di Kabupaten Sumedang

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengguna jalan yang datang dari luar daerah perlu lebih waspada ketika melintasi jalur di Kabupaten Sumedang. Jalur-jalur ini mencakup akses Tol Cileunyi, Sumedang Dawuan (Cisumdawu), sejumlah jalur arteri nasional, maupun provinsi.

Kabupaten Sumedang, yang merupakan jalur tengah Jawa Barat, menjadi penghubung antara Cirebon-Bandung hingga Tasikmalaya-Subang. Hal ini menjadikan wilayah ini sebagai salah satu titik penting dalam perjalanan masyarakat saat liburan.

Pemetaan dan Antisipasi Gangguan Keamanan

Kepala Kepolisian Resor Sumedang AKBP Sandityo Mahardika menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan antisipasi terhadap kemungkinan gangguan keamanan selama momen libur Nataru. Beberapa langkah telah diambil untuk memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas.

Pengaturan lalu lintas dilakukan di sejumlah obyek wisata, obyek vital, pusat keramaian, serta tempat-tempat peribadatan. "Ada lebih dari dua ribu personel gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, dan instansi terkait lainnya yang akan siaga di titik-titik rawan dan pusat keramaian," ujar Tyo usai memimpin apel gelar pasukan Ops Lilin Lodaya 2025 di Mapolres Sumedang, Jumat (19/12/2025) sore.

Titik Rawan Bencana di Wilayah Sumedang

Tyo menuturkan, khusus pengamanan lalu lintas, di Kabupaten Sumedang terdapat sejumlah titik rawan bencana yang perlu diwaspadai. Di antaranya, jalur rawan banjir di wilayah Jatinangor dan Cimanggung, longsor di kawasan Cadaspangeran, dan Tol Cisumdawu.

Selain itu, terdapat jalur jalan dengan potensi rawan pohon tumbang, seperti sepanjang jalur Wado-Sumedang dan jalur jalan Rancakalong hingga wilayah perbatasan Kabupaten Subang. "Pengguna jalan, khususnya yang datang dari luar Sumedang dan belum paham medan jalan, kami imbau lebih waspada," ujarnya.

Imbauan untuk Menghindari Jalur Alternatif

"Jika hujan, kami imbau untuk berteduh atau beristirahat sejenak di tempat yang aman. Jangan memaksakan diri dan patuhi aturan lalu lintas maupun anjuran petugas yang ada di lapangan," tutur Tyo.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang, AKP Dini Kulsum Mardiani, menambahkan, warga dari luar daerah yang akan melintasi Sumedang agar menghindari jalur-jalur alternatif. "Hindari masuk ke jalur-jalur alternatif karena itu cukup rawan, terutama pengguna jalan yang tidak tahu medan. Kami imbau untuk menggunakan jalur utama, jangan gunakan jalur alternatif lain," ujar Dini.

Rekayasa Lalu Lintas untuk Menghadapi Kepadatan Arus

Dini menuturkan, pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas jika terjadi kepadatan arus lalu lintas maupun potensi bencana yang akan terjadi saat libur Nataru. "Misalnya, kalau terjadi longsor di kawasan Tol Cisumdawu, arus akan kami alihkan ke jalur arteri. Begitu pula sebaliknya, jika terjadi longsor di jalur arteri seperti di Cadaspangeran, arus akan kami alihkan menuju tol," kata Dini.

Dengan persiapan yang matang, pihak kepolisian berharap dapat memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan para pengguna jalan selama masa libur Nataru.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar