
PDRB Per Kapita sebagai Indikator Kemakmuran Daerah
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sering dijadikan indikator utama untuk mengukur tingkat kekayaan dan kemakmuran suatu daerah. Dengan menggunakan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), dapat diketahui seberapa besar kontribusi ekonomi yang dihasilkan oleh setiap penduduk di suatu wilayah.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berdasarkan data terbaru, Kota Makassar menjadi daerah dengan PDRB per kapita tertinggi di Sulawesi Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa kota ini memainkan peran penting sebagai pusat ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. PDRB per kapita sendiri merupakan hasil pembagian total PDRB suatu wilayah dengan jumlah penduduknya. Angka ini mencerminkan rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk di daerah tersebut.
Daftar Wilayah dengan PDRB Per Kapita Tertinggi
Berikut adalah daftar lima wilayah dengan PDRB per kapita tertinggi:
- Kota Makassar
- Jumlah penduduk: 1.473.910 jiwa
-
Angka PDRB per kapita: Rp 165.954
-
Kabupaten Luwu Timur
- Jumlah penduduk: 326.591 jiwa
-
Angka PDRB per kapita: Rp 97.182
-
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep)
- Jumlah penduduk: 363.450 jiwa
-
Angka PDRB per kapita: Rp 96.355
-
Kabupaten Soppeng
- Jumlah penduduk: 241.333 jiwa
-
Angka PDRB per kapita: Rp 67.261
-
Kabupaten Maros
- Jumlah penduduk: 407.920 jiwa
- Angka PDRB per kapita: Rp 69.208
Wilayah-wilayah ini memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan, baik melalui sektor industri, pertanian, maupun perdagangan. Kota Makassar, misalnya, memiliki struktur ekonomi yang lebih kompleks dengan berbagai sektor yang saling mendukung satu sama lain.
Daftar Wilayah dengan PDRB Per Kapita Terendah
Di sisi lain, ada beberapa daerah yang memiliki PDRB per kapita yang lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya. Berikut adalah daftar wilayah dengan PDRB per kapita terendah:
- Kabupaten Jeneponto
-
Angka PDRB per kapita: Rp 31.165
-
Kabupaten Tana Toraja
- Angka PDRB per kapita: Rp 34.739
Daerah-daerah ini cenderung memiliki struktur ekonomi yang lebih terbatas, dengan ketergantungan pada sektor pertanian dan perkebunan. Meskipun demikian, upaya pemerintah setempat dalam meningkatkan investasi dan pengembangan infrastruktur dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Faktor yang Mempengaruhi PDRB Per Kapita
Beberapa faktor dapat memengaruhi besarnya PDRB per kapita di suatu wilayah, antara lain:
- Sumber daya alam: Wilayah dengan sumber daya alam yang melimpah, seperti pertambangan atau pertanian, biasanya memiliki PDRB per kapita yang lebih tinggi.
- Infrastruktur: Ketersediaan jalan, pelabuhan, dan fasilitas umum yang memadai dapat meningkatkan akses pasar dan menarik investasi.
- Kebijakan pemerintah: Program pemberdayaan masyarakat dan kebijakan ekonomi yang progresif juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi yang belum maksimal dapat diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Komentar
Kirim Komentar