
Kritik Pedas dari Media Asing terhadap Penunjukan John Herdman
Sebelum John Herdman secara resmi menginjakkan kaki di tanah air, isu penunjukannya sebagai pelatih baru Timnas Indonesia telah menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak di luar negeri. Salah satu media asal Swiss, The International Window, memberikan pernyataan tajam yang menyebut langkah PSSI bisa menjadi "blunder besar" berikutnya dalam sejarah sepak bola Indonesia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam laporan mereka, The International Window membandingkan situasi ini dengan kegagalan era Patrick Kluivert sebelumnya. Mereka menilai bahwa PSSI tampaknya hanya terpukau oleh profil mentereng John Herdman, yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, tanpa melakukan analisis mendalam mengenai kesesuaian taktiknya dengan kultur sepak bola Asia yang sangat spesifik.
Motivator Ulung vs Profesor Taktik
Salah satu kritik utama yang dilemparkan berkaitan dengan kedalaman taktik. The International Window meragukan kemampuan adaptasi budaya dan bahasa Herdman untuk menangani Skuad Garuda yang memiliki karakteristik unik. Mereka menulis bahwa meskipun Herdman adalah seorang motivator ulung yang hebat dalam membakar semangat pemain, kemampuannya dalam "sentuhan akhir" di papan atas Asia masih sangat meragukan.
Hal ini memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola nasional: apakah Timnas Indonesia saat ini lebih membutuhkan pelatih yang mahir dalam pidato motivasi, atau seorang "profesor taktik" yang mampu membongkar pertahanan gerendel tim-tim Timur Tengah?
Alarm bagi PSSI
Peringatan dari media Eropa ini menjadi alarm keras bagi PSSI agar tidak terperosok ke lubang yang sama. Tantangan di zona Asia (AFC) jauh berbeda dengan zona CONCACAF. Hambatan bahasa dan perbedaan budaya sering kali menjadi batu sandungan utama bagi pelatih asing yang gagal total di Indonesia.
Namun, di sisi lain, aspek mental dan motivasi memang sering menjadi titik lemah pemain Indonesia saat menghadapi tekanan tinggi. Kehadiran sosok motivator seperti Herdman dianggap bisa menjadi solusi instan untuk membangkitkan mentalitas pemain yang sedang menurun.
Pertanyaan Besar yang Menghantui
Kini, bola panas ada di tangan PSSI. Apakah federasi akan tetap melaju dengan John Herdman dan membuktikan bahwa kritik media Swiss tersebut salah, atau justru ramalan pahit tersebut akan menjadi kenyataan berikutnya dalam sejarah perjalanan Skuad Garuda?
Pertanyaan ini belum memiliki jawaban pasti. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa penunjukan pelatih baru bukanlah keputusan yang bisa diambil dengan mudah. Setiap keputusan harus diambil dengan pertimbangan matang, karena dampaknya akan dirasakan oleh seluruh komunitas sepak bola Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar