Mengapa Mars Berubah dari Bumi Biru Menjadi Planet Merah?

Mengapa Mars Berubah dari Bumi Biru Menjadi Planet Merah?

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Mengapa Mars Berubah dari Bumi Biru Menjadi Planet Merah?. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sejarah Perubahan Mars dari Dunia Biru Menjadi Gurun Merah

Mars, yang dikenal sebagai "Si Merah" dalam mitologi Mesir Kuno dengan nama "Her Desher", mungkin pernah memiliki kondisi yang jauh berbeda dari sekarang. Miliaran tahun lalu, planet ini kemungkinan besar tampak seperti "Dunia Biru" yang mirip Bumi, dengan air mengalir dan atmosfer yang tebal. Namun, apa yang menyebabkan Mars berubah menjadi gurun merah yang dingin dan gersang?

Data terbaru dari wahana antariksa NASA, MAVEN, memberikan jawaban untuk pertanyaan ini. Penyebab utamanya adalah proses pelarian atmosfer secara besar-besaran ke luar angkasa yang telah berlangsung selama miliaran tahun.

Jejak Air yang Menghilang

Penelitian ini dipimpin oleh Shannon Curry, seorang fisikawan planet dari University of Colorado Boulder dan peneliti utama misi MAVEN. Berbagai bukti geologi yang ditemukan oleh robot penjelajah seperti Curiosity dan Perseverance mendukung teori ini.

Di kawah Gale, Curiosity menemukan batuan lumpur yang merekam keberadaan danau kuno dengan pH netral dan rendah garam—kondisi ideal bagi mikroba untuk hidup. Sementara itu, Perseverance saat ini sedang menjelajahi delta sungai purba di kawah Jezero. Delta-delta ini merupakan tempat yang sempurna untuk menjebak molekul organik dan jejak kehidupan mikroba masa lalu.

"Hasil ini menetapkan peran sputtering (percikan atmosfer) dalam hilangnya atmosfer Mars dan dalam menentukan sejarah air di Mars," ujar Shannon Curry.

Mengapa Atmosfer Mars Bisa "Bocor"?

Miliaran tahun lalu, Mars kemungkinan memiliki magnetosfer global—perisai magnet yang membelokkan partikel bermuatan dari Matahari. Namun, sekitar 4 miliar tahun lalu, perlindungan ini memudar. Tanpa perisai magnet, atmosfer atas Mars terpapar langsung oleh ganasnya angin surya.

Proses pelarian ini terjadi melalui dua cara utama:

  • Atmospheric Sputtering (Percikan Atmosfer): Partikel bertenaga tinggi dari angin surya menghantam atom-atom di atmosfer atas dan "menendangnya" keluar ke angkasa.
  • Pemecahan Molekul Air: Pengamatan MAVEN menunjukkan bahwa molekul air yang terbawa ke atmosfer atas pecah dan melepaskan hidrogen yang kemudian melarikan diri ke luar angkasa, terutama saat badai debu hebat terjadi.

Hilangnya atmosfer ini menurunkan tekanan permukaan secara drastis, sehingga air cair tidak lagi stabil dan akhirnya menguap atau membeku.

Pelajaran dari Planet Merah

Saat ini, atmosfer Mars sangat tipis dan didominasi oleh karbon dioksida. Suhu permukaannya pun sangat ekstrem, mulai dari 21 derajat Celsius pada hari yang sangat hangat, hingga minus 142 derajat Celsius di kutub. Tanpa atmosfer yang tebal, radiasi berbahaya dari luar angkasa kini bisa dengan mudah menghujam permukaan Mars.

Memahami bagaimana Mars berubah dari dunia biru yang subur menjadi gurun merah bukan sekadar urusan sejarah planet tetangga. Penemuan ini membantu para peneliti menilai apakah planet di luar tata surya kita (exoplanet) mampu mempertahankan atmosfer dan air cair mereka sendiri.

Mars menjadi peringatan nyata bahwa iklim sebuah planet bisa sangat rapuh jika keseimbangan antara perlindungan magnetik, aktivitas matahari, dan panas internal mulai hilang. Dengan mempelajari perubahan ini, ilmuwan dapat lebih memahami dinamika planet-planet lain di alam semesta.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar