
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Ancaman Bom di Sekolah Depok Jawa Barat
Beberapa hari menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, muncul ancaman teror yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat khususnya di lingkungan pendidikan. Di Kota Depok, Jawa Barat, sebanyak 10 sekolah mengklaim menerima ancaman peledakan bom melalui pesan elektronik (email). Ancaman ini menimbulkan ketegangan di kalangan siswa, guru, dan orang tua.
Berikut adalah daftar sekolah-sekolah yang dikabarkan menerima ancaman tersebut:
- SMA Arrahman
- SMA Al Mawaddah
- SMA 4 Depok
- SMA PGRI 1
- SMA Bintara Depok
- SMA Budi Bakti
- SMA Cakra Buana
- SMA 7 Sawangan
- SMA Nururrahman
- SMAN 6 Depok
Pihak Kepolisian Metro Depok telah membenarkan adanya laporan ancaman bom tersebut. Dalam pernyataannya, AKP Made Budi, Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, menyebutkan bahwa petugas sudah langsung melakukan tindakan pengamanan di sejumlah lokasi yang diduga terkena ancaman.
"Ya, benar. Saat ini sudah dilakukan penyisiran," ujarnya saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa 23 Desember 2025.
Menurut informasi yang diperoleh, ancaman bom tersebut belum terbukti. Namun, pihak kepolisian tetap melakukan pengecekan menyeluruh terhadap 10 sekolah yang menerima ancaman tersebut. Sampai saat ini, enam sekolah sudah dilakukan penyisiran, sementara empat lainnya masih dalam proses pemeriksaan.
Penyisiran oleh Petugas Gegana
Sebelumnya, beredar sebuah video yang diunggah di media sosial Instagram oleh akun @depok24jam. Video tersebut menunjukkan sejumlah anggota Gegana memeriksa sejumlah sekolah di Depok terkait adanya ancaman bom.
Dalam unggahan tersebut, akun tersebut juga menjelaskan bahwa petugas kepolisian dari Detasemen Gegana Brimob Polri dan Polres Depok melakukan pengecekan dan pemeriksaan ke sejumlah sekolah di Depok, menyusul adanya teror dugaan bahan peledak.
Ancaman teror ini diketahui disampaikan melalui surat elektronik (email) yang dikirim ke pihak sekolah. Hal ini memicu kekhawatiran di lingkungan pendidikan, terutama menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.
Respons Pihak Sekolah dan Komunitas
Para pihak sekolah dan komunitas pendidikan di Depok merasa waspada terhadap ancaman ini. Beberapa sekolah mulai memperketat keamanan, termasuk pemeriksaan terhadap ruang kelas dan fasilitas umum. Orang tua siswa juga diminta untuk tetap waspada dan tidak memberikan informasi yang bisa membahayakan keamanan sekolah.
Selain itu, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memastikan keamanan selama masa liburan. Beberapa sekolah bahkan mengadakan rapat darurat untuk membahas langkah-langkah pencegahan lebih lanjut.
Langkah Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga turut memantau situasi ini. Mereka menekankan pentingnya koordinasi antara pihak sekolah, polisi, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman teror. Sejumlah kebijakan tambahan juga sedang dipertimbangkan untuk meningkatkan rasa aman bagi siswa dan staf sekolah.
Sampai saat ini, situasi di Depok masih dalam pantauan ketat. Pihak kepolisian berharap ancaman ini tidak mengganggu jalannya proses belajar-mengajar dan dapat segera diselesaikan tanpa ada korban jiwa atau kerusakan besar.
Komentar
Kirim Komentar