Menghapus Premanisme dan Copet, Pemprov dan BI DKI Jakarta Perkuat Digitalisasi Keuangan

Menghapus Premanisme dan Copet, Pemprov dan BI DKI Jakarta Perkuat Digitalisasi Keuangan

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Menghapus Premanisme dan Copet, Pemprov dan BI DKI Jakarta Perkuat Digitalisasi Keuangan menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Inisiatif Digitalisasi untuk Mengurangi Tindakan Kriminal di Pasar Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa salah satu langkah utama untuk mengurangi premanisme dan aksi pencopet di pasar-pasar ibu kota adalah dengan meningkatkan penggunaan sistem keuangan digital. Ia menyampaikan hal ini saat membuka kegiatan Jakarta Economy Forum (JEF) 2025 di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Menurut Pramono, ketika masyarakat mulai menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), tindakan preman dan pencopet akan berkurang secara signifikan. Hal ini karena masyarakat tidak lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar, sehingga para pelaku kriminal sulit melakukan aksinya.

“Kalau mereka mencuri QRIS, maka tidak bisa digunakan untuk belanja, berbeda dengan uang cash yang bisa langsung digunakan,” jelas Pramono Anung.

Peningkatan digitalisasi juga sejalan dengan upaya Jakarta untuk meningkatkan peringkatnya di tingkat dunia. Pramono berharap inisiatif ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Selain itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk berpartisipasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Jakarta. Meskipun ada rencana pemotongan anggaran yang cukup besar pada tahun 2026, yaitu sebesar Rp 15 triliun, Pramono percaya bahwa ekonomi Jakarta tetap bisa berkembang.

“Saya meminta kepada jajaran Balai Kota, tidak boleh ada nada negatif yang dikeluarkan oleh siapa pun. Saya tahu banyak instrumen yang dimiliki Jakarta untuk membangun kota ini,” ujar Pramono.

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyambut baik rencana perluasan digitalisasi keuangan tersebut. BI akan menindaklanjuti arahan gubernur melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

“Ini ide luar biasa dari pak gubernur, dan disambut oleh Tim TP2DD. Kami akan follow up sesuai arahan beliau dan memperluasnya pada tahun depan,” kata Iwan.

Iwan juga menyebutkan bahwa BI DKI Jakarta akan terus bekerja sama dengan Pemprov DKI dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta. Salah satu bentuk kerja sama ini adalah melalui kegiatan JEF 2025, yang menghadirkan 80 booth dari UMKM hingga komunitas kreatif.

“Aksi bersama ini semoga dapat memulihkan kepercayaan publik, memperkuat stabilitas ekonomi, dan menyalakan semangat positif bahwa Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi kota global yang berbudaya,” tambah Iwan.

Kolaborasi untuk Menciptakan Ekosistem Ekonomi yang Lebih Baik

Beberapa langkah strategis telah diambil untuk memastikan bahwa digitalisasi keuangan benar-benar efektif dalam mengurangi tindakan kriminal di pasar. Berikut beberapa inisiatif yang dilakukan:

  • Peningkatan Edukasi Masyarakat
    Pemprov DKI dan BI DKI Jakarta akan mengadakan edukasi lebih lanjut tentang penggunaan QRIS. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih memahami manfaat dan cara penggunaannya.

  • Peningkatan Infrastruktur Digital
    Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jaringan internet dan perangkat lunak akan ditingkatkan agar penggunaan QRIS lebih mudah dan aman.

  • Kolaborasi dengan Pelaku Usaha
    Para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) juga akan didorong untuk beralih ke sistem pembayaran digital. Dengan demikian, mereka tidak hanya mendukung digitalisasi, tetapi juga bisa meningkatkan efisiensi operasional.

  • Peningkatan Pengawasan dan Keamanan
    Pemerintah daerah akan meningkatkan pengawasan di pasar-pasar agar tidak ada pelaku kriminal yang memanfaatkan celah dalam sistem pembayaran tunai.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang lebih aman dan modern. Digitalisasi keuangan bukan hanya sekadar tren, tetapi juga menjadi solusi nyata untuk mengurangi tindakan kriminal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Menghapus Premanisme dan Copet, Pemprov dan BI DKI Jakarta Perkuat Digitalisasi Keuangan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar