
aiotrade, JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa pemerintah sedang merancang strategi untuk mendorong partisipasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam industri perbankan nasional. Tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan kembali semangat koperasi di berbagai sektor, termasuk di bidang keuangan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Ferry menjelaskan bahwa inisiatif ini dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan peran koperasi yang dulu sangat signifikan dalam perekonomian Indonesia. Ia menyinggung bahwa pada tahun 1970, koperasi Indonesia berhasil mendirikan Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin). Namun, saat ini, Bukopin telah berubah menjadi PT Bank KB Bukopin Tbk atau KB Bank setelah saham mayoritasnya dibeli oleh KB Kookmin Bank asal Korea Selatan.
Saat ini, KB Kookmin Bank resmi menjadi pemegang saham pengendali KB Bank dengan total kepemilikan saham sebesar 67%, ujar Ferry dalam sebuah konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa pihaknya kini berkomitmen untuk kembali mendorong koperasi Indonesia agar dapat membentuk badan usaha keuangan di sektor perbankan. Dalam laporan terbarunya, Ferry menyebut bahwa ada beberapa koperasi yang memiliki likuiditas yang cukup besar. Menurutnya, koperasi-koperasi tersebut bisa membeli bank buku tiga atau Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Sekarang mereka [sejumlah koperasi] mengalami kelebihan likuiditas, yang sebenarnya kalau melalui kemampuan mereka untuk membeli bank buku tiga atau BPR-BPR itu sebenarnya bisa. Ini kita lagi mau mencari saat yang tepat, tambahnya.
Sebelumnya, Kementerian Koperasi (Kemenkop) juga memiliki harapan agar Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih mampu bersaing dengan badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta. Ferry mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan dengan mendorong koperasi agar bisa bersaing dengan perusahaan pelat merah maupun swasta.
Menurut Ferry, KopDes/Kel Merah Putih merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, ia menjelaskan bahwa koperasi sejatinya memiliki hubungan erat dengan implementasi dari pelaksanaan Pasal 33 dari Undang-Undang Dasar 1945.
Kami di Kementerian Koperasi mengejar ketinggalan bagaimana caranya badan usaha koperasi bisa bersaing sejajar dengan badan usaha milik negara [BUMN] dan badan usaha milik swasta, ujar Ferry dalam seminar nasional dan penandatanganan perjanjian kerja sama: Memperkuat Ekosistem Inovasi Industri Pangan melalui Pendaftaran Merek Kolektif Produk Koperasi Merah Putih untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Kementerian Hukum, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Strategi Penguatan Koperasi
Beberapa strategi yang direncanakan oleh pemerintah antara lain:
- Peningkatan kapasitas koperasi: Melalui pelatihan dan pendampingan, koperasi akan diberdayakan agar mampu mengelola sumber daya secara efisien.
- Pembentukan BPR: Koperasi yang memiliki likuiditas tinggi akan didorong untuk membentuk Bank Perkreditan Rakyat guna meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat.
- Kolaborasi dengan lembaga keuangan: Pemerintah akan mencari mitra yang sesuai untuk membantu koperasi dalam mengakses modal dan teknologi.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap koperasi Indonesia dapat kembali menjadi tulang punggung perekonomian rakyat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
Komentar
Kirim Komentar