Menteri Pangan: Petani Gembira Setelah Harga Pupuk Subsidi Turun

Menteri Pangan: Petani Gembira Setelah Harga Pupuk Subsidi Turun

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Menteri Pangan: Petani Gembira Setelah Harga Pupuk Subsidi Turun menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Kebijakan Penurunan HET Pupuk Bersubsidi Diterima Positif oleh Petani


Petani di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyambut baik kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang dikeluarkan oleh pemerintah. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam mendukung kesejahteraan para petani dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi selama musim tanam.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kunjungan Menteri Koordinator Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, ke wilayah Jombang pada hari Sabtu (25/10/2025) menandai pertama kalinya seorang menteri secara langsung meninjau implementasi kebijakan tersebut sejak kebijakan mulai berlaku pada 22 Oktober 2025. Ia menyampaikan harapan bahwa penurunan harga ini akan membantu petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDK) untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.

"Kabar gembira atas kerja keras Pak Dirut Pupuk Indonesia dan pemerintah. Alhamdulilah, petani bisa membeli pupuk dengan harga lebih murah. Biasanya harga naik, tapi kali ini turun cukup signifikan. Semoga ini bisa membuat petani semakin sejahtera," ujar Zulkifli Hasan.

Perubahan Harga Pupuk Bersubsidi

Penurunan HET pupuk bersubsidi mencakup berbagai jenis pupuk yang biasa digunakan oleh petani. Berikut perubahan harga yang terjadi:

  • Pupuk Urea:
  • Sebelumnya Rp 2.250 per kilogram (kg), sekarang menjadi Rp 1.800/kg.
  • Untuk kemasan 50 kg, harga turun dari Rp 112.500 menjadi Rp 90 ribu.

  • Pupuk NPK:

  • Harga turun dari Rp 2.300/kg menjadi Rp 1.840/kg.
  • Untuk kemasan 50 kg, harga berkurang dari Rp 115.000 menjadi Rp 92 ribu.

  • Pupuk NPK Khusus Kakao:

  • Harga turun dari Rp 3.300/kg menjadi Rp 2.640/kg.
  • Untuk kemasan 50 kg, harga berubah dari Rp 165 ribu menjadi Rp 132 ribu.

  • Pupuk ZA:

  • Harga turun dari Rp 1.700/kg menjadi Rp 1.360/kg.
  • Untuk kemasan 50 kg, harga sebelumnya Rp 85 ribu, sekarang menjadi Rp 68 ribu.

  • Pupuk Organik:

  • Harga turun dari Rp 800/kg menjadi Rp 640/kg.
  • Untuk kemasan 40 kg, harga berubah dari Rp 32 ribu menjadi Rp 25.600.

Komitmen Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa penurunan harga pupuk merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan petani. Selain itu, kebijakan ini juga sebagai komitmen untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Ia juga menyebutkan bahwa harga gabah telah meningkat menjadi Rp 6.500 per kilogram. Hal ini berdampak positif terhadap pendapatan petani, karena produksi gabah meningkat seiring dengan ketersediaan pupuk yang memadai dan irigasi yang baik.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo, karena perintah beliau turunkan harga pupuk. Ini adalah langkah yang sangat berarti bagi petani," tambahnya.

Pengawasan Stok Pupuk Bersubsidi

Dalam kunjungannya ke Jombang, Menko Pangan juga meninjau gudang pupuk di Jatipelem. Tujuannya adalah memastikan stok pupuk bersubsidi dapat memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam.

Pemerintah juga telah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 4 juta ton setahun menjadi 9,55 juta ton di tahun 2025. Hal ini bertujuan agar petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk, selama memenuhi syarat sebagai petani yang berhak menerima subsidi.

"Pupuknya banyak, ada di gudang-gudang, tapi tidak pernah habis. Persediaan jauh lebih banyak, kita menyediakan 9,55 juta ton, yang diambil petani baru 6,3 juta. Sehingga masih ada 3 juta lebih. Di Jawa Timur ada alokasi 2 juta ton, tapi baru terserap 1,5 juta ton. Masih ada 500 ribu ton. Kalau ada yang kurang tolong lapor," ujarnya.

Ketersediaan Stok di Jombang

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengapresiasi kunjungan Menko Pangan dan menjelaskan bahwa pihaknya menjaga ketersediaan stok pupuk di Jombang sebanyak 10.430 ton. Data per 24 Oktober 2025 menunjukkan bahwa:

  • 2.580 ton pupuk Urea
  • 7.316 ton pupuk NPK
  • 113 ton pupuk ZA
  • 421 ton pupuk organik

Selain itu, kebijakan penurunan HET pupuk subsidi telah sepenuhnya diimplementasikan di seluruh jaringan kios/PPTS Pupuk Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Menteri Pangan: Petani Gembira Setelah Harga Pupuk Subsidi Turun ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar