Peran Perempuan dalam Pengawasan Pemilu
Perempuan memiliki peran penting dalam memastikan proses pemilihan umum (pemilu) berjalan dengan baik dan adil. Mereka menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai integritas, keadilan, dan komitmen terhadap demokrasi yang inklusif. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif perempuan dalam pengawasan pemilu.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dalam kegiatan Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilu dan Masyarakat Sipil bertema "Mewujudkan Ekosistem Pemilu Inklusif, Anti Kekerasan, dan Berbasis Transformasi Digital", Arifah menyampaikan bahwa perempuan dan anak sering kali menghadapi risiko kekerasan dan diskriminasi selama perhelatan demokrasi. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berkeadilan gender.
Masalah Kekerasan pada Perempuan Politik
Kekerasan pada Perempuan Politik (KPP) masih menjadi fenomena yang tidak terlihat sepenuhnya. Banyak korban enggan melapor karena berbagai alasan seperti takut akan dibalas, malu, tidak nyaman, atau khawatir laporan mereka tidak ditindaklanjuti.

Arifah menjelaskan bahwa perempuan pengawas pemilu diharapkan bisa berperan aktif dalam mendeteksi dan melaporkan indikasi KPP. Hal ini penting dalam konteks internal penyelenggara, selama masa kampanye, maupun saat pemungutan suara. Dengan begitu, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Layanan Pelaporan yang Mudah Diakses
Kemen PPPA menyediakan layanan pelaporan dan rujukan yang mudah diakses bagi siapa pun, termasuk perempuan politik, pengawas pemilu, maupun pemilih yang mengalami, melihat, atau mengetahui kekerasan.

"Kami tegaskan, jangan pernah takut untuk bersuara. Kami memiliki Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129)," ujar Arifah. Layanan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada korban kekerasan, serta memastikan bahwa laporan yang diterima ditangani secara profesional dan cepat.
Perspektif Gender dalam Pengawasan Pemilu
Kehadiran perempuan dalam jajaran pengawas pemilu membawa perspektif yang lebih peka terhadap isu gender. Mereka tidak hanya memastikan tahapan pemilu berjalan sesuai aturan, tetapi juga menjaga nilai keadilan dan inklusivitas.

Perempuan pengawas adalah garda terdepan yang tidak tergantikan. Mereka mampu mengenali hambatan dan ketidakadilan yang sering luput dari perhatian. Dengan demikian, partisipasi perempuan dalam pengawasan pemilu sangat penting untuk menciptakan sistem pemilu yang berkualitas dan berintegritas.
Arifah mengajak seluruh pihak untuk bersinergi, baik dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun pemangku kepentingan lainnya, guna memastikan peran aktif perempuan sebagai pemilih, calon legislatif, maupun pengawas pemilu. Dengan kerja sama yang kuat, diharapkan pemilu dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar