Meski Tertunda, BI Optimis Kredit Naik 8-11 Persen Tahun Ini

Meski Tertunda, BI Optimis Kredit Naik 8-11 Persen Tahun Ini

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Meski Tertunda, BI Optimis Kredit Naik 8-11 Persen Tahun Ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


Bank Indonesia (BI) tetap optimis bahwa pertumbuhan kredit perbankan akan mencapai angka 8 hingga 11 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada akhir 2025. Meski begitu, ada beberapa tantangan yang berasal dari sisi permintaan (demand side). Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Irman Robinson, menyatakan bahwa BI yakin pertumbuhan kredit akan semakin membaik pada tahun 2026 mendatang.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

"Pertumbuhan kredit kami tetap yakin di tahun ini sebesar 8-11 persen, dan kami yakin bisa tercapai nanti di akhir tahun. Untuk tahun depan, kita juga yakin bahwa pertumbuhan kredit akan meningkat di tahun 2026," ujar Irman saat Media Gathering di Bukittinggi, Jumat (24/10).

Irman menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit pada September 2025 cenderung membaik dibandingkan bulan sebelumnya, dengan angka sebesar 7,7 persen. Namun, dia mengakui bahwa angka ini masih perlu didorong agar dapat mencapai target yang ditetapkan.

Menurut Irman, pertumbuhan kredit paling besar didorong oleh kredit investasi sebesar 15,18 persen. Sementara itu, kredit modal kerja sedikit melambat menjadi 3,37 persen, dan kredit konsumtif berada di angka 7,42 persen. Selain itu, pertumbuhan kredit juga didukung oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang tumbuh cukup kuat pada periode yang sama, yaitu sebesar 11,8 persen. Hal ini terutama didorong oleh kelompok bank BUMN dan bank umum swasta nasional (BUSN).

Di sisi lain, Irman melihat bahwa pertumbuhan kredit untuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih relatif lambat, hanya sebesar 0,23 persen. Meskipun demikian, penyerapan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mencapai 71 persen pada September 2025.

"Memang untuk kredit UMKM yang bersifat komersial, perlambatannya cukup besar," jelas Irman.

Dari sisi permintaan, BI melihat indikator dari sisi belanja modal (capital expenditure/capex) atau investasi korporasi masih relatif baik. Namun, ada beberapa tantangan yang muncul, antara lain:

  • Besarnya angka undisbursed loan (UL) atau pinjaman yang sudah dijanjikan bank namun belum dicairkan kepada nasabah. "Kita lihat memang rasio UL, yaitu fasilitas kredit yang belum dicairkan oleh korporasi tapi sudah diberikan platform-nya oleh perbankan, itu rasionya kalau kita bandingkan dengan platform-nya itu memang di sekitar di angka 22,54 persen kalau secara agregat," jelas Irman.

Faktor tingginya UL berkaitan dengan beberapa hal, antara lain:

  • Sikap wait and see atau para pengusaha atau investor cenderung mengamati terlebih dahulu kondisi perekonomian. "Ada ketidakpastian global yang meningkat mengenai peningkatan tarif dan sebagainya, mengenai pertumbuhan ekonomi global, tentunya korporasi juga mulai melihat dari mana kapan mereka harus masuk untuk investasi jadi wait and see," tutur Irman.

  • Beberapa sektor industri dengan kinerja penjualan yang tinggi, sehingga korporasi cenderung menggunakan dana internal alih-alih melakukan pinjaman ke bank, sehingga pertumbuhan kredit menjadi terhambat di sektor tersebut.

  • Masalah transmisi suku bunga kredit yang terlalu lambat oleh perbankan. BI telah menurunkan suku bunga acuan total 150 basis poin sejak September 2024, namun suku bunga kredit bank hanya turun 15 basis poin.

"Ketiga, bahwa suku bunga kredit juga masih terbatas transmisinya, karena kita yakini bahwa kalau misalnya transmisi suku bunga itu bisa lebih cepat, tentunya ini juga akan mendorong perbaikan dari demand side," kata Irman.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Meski Tertunda, BI Optimis Kredit Naik 8-11 Persen Tahun Ini ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar