Mitos iOS Lebih Aman Daripada Android Dibongkar

Mitos iOS Lebih Aman Daripada Android Dibongkar

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Mitos iOS Lebih Aman Daripada Android Dibongkar yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perbandingan Keamanan iOS dan Android: Apakah iOS Lebih Aman?

Kesadaran akan keamanan sistem operasi kembali meningkat seiring dengan semakin tingginya ancaman siber di perangkat mobile. Dalam diskusi ini, topik yang paling sering dibahas adalah klaim bahwa iOS lebih aman dibandingkan Android karena kontrol ekosistem Apple yang ketat dan seleksi aplikasi yang terbatas. Di sisi lain, Android dinilai lebih rentan karena sifatnya yang terbuka, dukungan lintas produsen, serta distribusi sistem yang terfragmentasi.

Lantas, apakah benar bahwa iOS lebih aman secara absolut dibandingkan Android, atau justru sekadar mitos yang terus bertahan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Kontrol Sistem: iOS Seragam, Android Bergantung pada Produsen

Dari sisi keamanan, pendekatan iOS terlihat lebih terstandarisasi. Apple mengontrol seluruh aspek dari hardware hingga sistem operasi, termasuk distribusi aplikasi melalui App Store. Sistem keamanan seperti Secure Enclave memastikan data sensitif tetap terenkripsi meskipun perangkat diretas. Bahkan, fitur biometrik wajah dan sidik jari tetap aman dalam situasi tersebut.

Perangkat terbaru seperti iPhone 17 dilengkapi dengan Memory Integrity Enforcement (MIE) untuk mencegah serangan spyware dan eksploitasi memori. Selain itu, Apple memberikan dukungan pembaruan keamanan yang cukup lama, sekitar lima sampai enam tahun. Artinya, pengguna iPhone lama tetap bisa menikmati patch keamanan terbaru.

Sebaliknya, dukungan pembaruan Android sangat bergantung pada produsen. Google Pixel generasi terbaru menawarkan hingga tujuh tahun update firmware dan security patch, namun banyak produsen lain hanya memberikan 2–3 tahun dukungan. Fragmentasi ini membuat beberapa perangkat Android rentan jika tidak lagi menerima update sistem.

Keterbukaan Android: Fleksibel, Tapi Tingkat Risiko Beragam

Android memiliki karakteristik open-source yang membawa keuntungan berupa fleksibilitas dan akses yang luas, tetapi juga membuka celah risiko. Meskipun Google Play Store menerapkan sistem pemindaian lewat Google Play Protect, pengguna Android dapat mengubah pengaturan dan memasang aplikasi dari luar toko resmi.

Praktik sideloading itulah yang meningkatkan peluang malware, spyware, atau aplikasi rekayasa sosial masuk ke perangkat. Namun, tidak semua perangkat Android berada pada level keamanan yang sama. Produsen tertentu menambahkan proteksi ekstra, seperti Samsung Knox pada lini Galaxy atau chip keamanan Titan M2 pada Google Pixel.

Selain itu, sistem AI-powered protection di Android generasi baru digadang-gadang mampu meningkatkan deteksi ancaman saat mengakses email, panggilan, hingga penjelajahan web. Namun, fitur-fitur ini tidak bersifat universal karena hanya tersedia pada perangkat tertentu.

Keamanan Tidak Hanya Soal Platform

Jika dilihat dari desain sistem, pendekatan tertutup Apple memang membuat iOS lebih sulit ditembus dan lebih konsisten dalam standar keamanan. Android secara logis memiliki lebih banyak titik rawan karena sifatnya yang terbuka, variasi produsen, dan tingkat pembaruan sistem yang berbeda-beda.

Namun, kedua platform sama-sama tidak sepenuhnya kebal. Malware dapat memanfaatkan celah dari aplikasi, proses jailbreak dan rooting, hingga kelengahan pengguna.

Jadi, Apakah Android Tidak Aman?

Pada titik ini, faktor keamanan tidak hanya soal platform, tapi juga pola penggunaan. Disiplin dalam melakukan update, tidak sembarangan menginstal aplikasi, memanfaatkan fitur keamanan bawaan, serta menjaga data dan privasi pribadi sangat penting.

Dengan kata lain, iOS memang cenderung lebih kuat secara struktur, tetapi perangkat Android modern dengan patch rutin, hardware keamanan tambahan, dan penggunaan bijak tetap bisa menjadi sistem yang aman.

Kesimpulan

Mitos bahwa "Android pasti kurang aman" tidak sepenuhnya tepat. Yang benar adalah sistem operasinya hanya lebih beragam sehingga proses standarisasinya lebih kompleks. Dengan kesadaran pengguna dan langkah-langkah keamanan yang tepat, baik iOS maupun Android bisa menjadi pilihan yang aman.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar