Modifikasi Tangki BBM, 4 Mobil Disita Satpol PP Jayapura

Modifikasi Tangki BBM, 4 Mobil Disita Satpol PP Jayapura

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Modifikasi Tangki BBM, 4 Mobil Disita Satpol PP Jayapura. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.


Jayapura, aiotrade
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jayapura mengamankan empat unit kendaraan yang diduga melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar. Kejadian ini terjadi pada hari Minggu (21/12/2025).

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala Satpol PP Kota Jayapura, Dionisius Deda, menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan setelah adanya inspeksi mendadak (sidak) di beberapa SPBU di wilayah Kota Jayapura. Empat mobil tersebut berupa dua mobil starwagon dan dua mobil boks yang telah dimodifikasi.

Menurut informasi yang diperoleh, dua mobil starwagon dan satu mobil boks L300 diamankan di SPBU Nagoya, Terminal Lama, sementara satu mobil boks L300 lainnya diamankan di SPBU APO, Distrik Jayapura Utara.

“Saat ini, empat mobil masih kami tahan dan tiga sopir sudah kami hubungi untuk meminta keterangan. Namun, satu sopir lainnya melarikan diri,” ujar Dionisius Deda.

Dionisius menambahkan bahwa masing-masing mobil yang diamankan membeli BBM dengan barcode yang berbeda. Hal ini menyebabkan pengisian BBM jenis solar mencapai hampir 200 liter per mobil.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli secara berkala dalam hal pengawasan dan pemantauan terhadap pelanggaran jam pelayanan pengisian BBM serta penimbunan BBM.

Wali Kota Jayapura: Praktik Curang Harus Ditindak

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap praktik penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi.

Menurut Abisai, penyebab utama kelangkaan solar subsidi dan antrean panjang di SPBU adalah ulah oknum pemilik kendaraan, terutama mobil jenis Starwagon maupun kendaraan lain yang telah dimodifikasi.

“Ikuti rapat dengan Pertamina. Berkaitan dengan solar subsidi, kami harapkan jika ada mobil yang tangkinya dimodifikasi, itu harus ditindak. Akibatnya, SPBU yang biasanya buka sampai jam sembilan malam, sudah habis solar pada jam tujuh malam,” ujarnya.

Abisai menekankan bahwa kendaraan jenis itu tidak lagi beroperasi melayani penumpang, melainkan digunakan sebagai kendaraan modifikasi untuk pengisian solar bersubsidi.

“Mereka tidak beroperasi melayani penumpang, tetapi justru mengambil solar satu hari bisa dua sampai tiga kali dan kemudian dijual ilegal. Inilah yang menyebabkan antrean panjang di SPBU dan mengganggu masyarakat,” tambahnya.

Pemantauan Lebih Ketat dengan Sistem Barcode

Wali Kota juga meminta pihak Pertamina dan pemilik SPBU di Kota Jayapura agar lebih selektif dalam melayani pengisian BBM, khususnya dengan penerapan sistem barcode yang lebih ketat.

Ia menilai, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik, terutama menjelang hari-hari besar dan meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Saya minta agar lebih selektif lagi menggunakan barcode. Jangan sampai satu mobil bisa mengambil dua sampai tiga kali dalam satu hari. Karena pengisian solar itu seharusnya cukup digunakan hingga besok, kalau lebih patut dicurigai,” katanya.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar