Momentum Pemulihan Emiten Konsumer ICBP, UNVR Terkena Dampak BLT dan Diskon Pajak

Momentum Pemulihan Emiten Konsumer ICBP, UNVR Terkena Dampak BLT dan Diskon Pajak

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Momentum Pemulihan Emiten Konsumer ICBP, UNVR Terkena Dampak BLT dan Diskon Pajak menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Stimulus Pemerintah sebagai Katalis Pemulihan Sektor Konsumer

Pemerintah telah menggelontorkan sejumlah stimulus untuk mendukung pemulihan ekonomi, terutama bagi emiten konsumer di Tanah Air. Stimulus ini dirasa penting karena sejak awal 2025, sektor konsumer menghadapi tekanan akibat lesunya daya beli masyarakat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Salah satu bentuk stimulus yang diberikan adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp900.000 per keluarga, yang mulai disalurkan sejak Senin (20/10/2025). Program ini merupakan bagian dari kebijakan ekonomi yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (17/10/2025), dengan sasaran masyarakat berpendapatan rendah (desil 14).

Pemerintah berharap BLT dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat, sekaligus menjaga daya beli dan perputaran ekonomi menjelang akhir tahun. Anggaran BLT sebesar Rp30 triliun berasal dari realokasi APBN 2025, bahkan melebihi nilai delapan paket akselerasi ekonomi sebelumnya.

Selain BLT, pemerintah juga memberikan pengampunan pajak PPh Pasal 21 bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp10 jutamencakup sekitar 552.000 pekerja di sektor hotel, restoran, dan kafe. Stimulus serupa sebelumnya juga diberikan kepada pekerja sektor padat karya. Di sisi lain, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng juga diberikan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat.

Perspektif Analis: Stimulus Berdampak Jangka Pendek

Meski stimulus dianggap efektif dalam memperkuat daya beli sementara, sejumlah analis menilai dampaknya bersifat jangka pendek. Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, menyatakan bahwa stimulus pemerintah melalui BLT dan bantuan sosial lainnya memang efektif untuk meningkatkan daya beli, terutama di segmen mass market. Namun, untuk jangka panjang, stimulus hanya bersifat sementara.

Pertumbuhan konsumsi akan kembali bergantung pada pemulihan pendapatan riil dan stabilitas harga kebutuhan pokok, ujarnya.

Wafi menambahkan bahwa tantangan terbesar sektor konsumer masih terletak pada lemahnya daya beli masyarakat kelas menengah bawah serta tingginya biaya distribusi dan logistik.

Putu Chantika, Equity Analyst Ciptadana Sekuritas, sepakat dengan pandangan tersebut. Ia menilai bahwa stimulus pemerintah mampu meningkatkan likuiditas rumah tangga berpendapatan rendah hingga menengah. Namun, efektivitasnya bergantung pada implementasi di lapangan.

Jika sebagian besar stimulus hanya front-loading pembelian, efeknya hanya sementara, tegasnya.

Prospek Jangka Pendek

Memasuki kuartal IV/2025, analis menaruh harapan bahwa stimulus fiskal, tren down-trading, dan momentum musiman Natal serta tahun baru dapat menjadi katalis positif bagi emiten konsumer. Outlooknya tetap secara hati-hati optimis, dengan adanya beberapa katalis seperti seasonality tahun baru, ditopang stimulus fiskal dan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Dari sisi sentimen, Novi Vianita, Analis Panin Sekuritas, menilai sektor konsumer masih menghadapi tekanan dari sisi kepercayaan konsumen. Data Bank Indonesia menunjukkan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) September 2025 turun ke level 115,0 dari 117,2 pada bulan sebelumnyaterendah sejak April 2022.

Kami masih melihat konservatif, tapi dengan ruang perbaikan yang moderat untuk sebagian besar emiten konsumer, seiring ditopang oleh efisiensi, strategi down-trading, dan faktor seasonality akhir tahun, katanya.

Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Utama, menilai sektor konsumer tetap menarik, terutama bagi emiten dengan merek kuat dan jaringan distribusi luas seperti ICBP, MYOR, INDF, dan UNVR.

Sektor ini bisa tetap menjadi pilihan defensif, apalagi jika inflasi terjaga dan daya beli masyarakat mulai membaik di kuartal IV, katanya.

Rekomendasi Saham

Sejumlah sekuritas memberikan rekomendasi beli terhadap saham-saham utama sektor konsumer. KISI merekomendasikan UNVR dan MYOR dengan target harga masing-masing Rp2.900 dan Rp2.400. Sementara ICBP dan INDF direkomendasikan dengan target harga Rp10.200 dan Rp7.800.

Buat exposure ke ritel modern AMRT Rp3.400 dan ACES Rp600 menarik menuju akhir tahun karena biasanya ada seasonality, ujar Wafi.

Ciptadana Sekuritas juga memberikan rekomendasi BUY untuk MYOR (target Rp2.800) dan CMRY (target Rp5.800) karena dinilai tangguh di segmen menengah ke atas.

Kinerja Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)

Dari sisi kinerja, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mulai menunjukkan pemulihan pada 2025. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2025, laba bersih UNVR mencapai Rp3,33 triliun, naik 10,81% year-on-year dibandingkan Rp3 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih turut naik tipis 0,71% menjadi Rp27,61 triliun.

Presiden Direktur UNVR Benjie Yap menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang tiga strategi utama: penyederhanaan portofolio produk, penguatan kanal distribusi, dan efisiensi biaya.

Lebih dari 85% merek UNVR telah meluncurkan inovasi baru sepanjang 2025. Sebanyak 14 merek utama seperti Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, Molto, Vaseline, dan Clear mencatatkan pertumbuhan positif hingga September, menyumbang 65% dari total penjualan.

Dari sisi distribusi, UNVR memperluas jangkauan ritel 18%, menambah tenaga penjualan 19%, serta mengembangkan platform digital Sahabat Warung. Di sisi biaya, transformasi digital dan inisiatif produktivitas meningkatkan efisiensi serta margin kotor perusahaan.

Langkah-langkah yang telah kami lakukan untuk menyederhanakan portofolio, berinvestasi pada merek-merek kami, dan membangun keunggulan eksekusi, telah mempersiapkan kami untuk dampak jangka panjang, kata Benjie dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10/2025).

Menjelang akhir tahun, UNVR berfokus menjaga momentum pemulihan melalui eksekusi yang disiplin dan penguatan fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Momentum Pemulihan Emiten Konsumer ICBP, UNVR Terkena Dampak BLT dan Diskon Pajak ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar