Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober: Generasi Muda Pemimpin Ekonomi Kreatif dan Kerakyatan

Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober: Generasi Muda Pemimpin Ekonomi Kreatif dan Kerakyatan

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober: Generasi Muda Pemimpin Ekonomi Kreatif dan Kerakyatan menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober: Generasi Muda Pemimpin Ekonomi Kreatif dan Kerakyatan

Peran Generasi Muda dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif

Momen Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober menjadi pengingat penting bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Di era modern ini, salah satu bentuk kontribusi nyata generasi muda adalah menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan, terutama dengan memanfaatkan potensi lokal dan bahan-bahan yang selama ini dianggap limbah.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Ketua Aksyindo (Asosiasi Koperasi Syariah Indonesia) sekaligus Ketua Koperasi Konsumen Syariah Ar Rahmah, Sutjipto, menilai bahwa Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Bahkan, menurutnya, modal usaha bagi anak muda tidak selalu harus besar, karena kreativitas dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengolah limbah sampah menjadi produk bernilai jual tinggi.

“Limbah plastik bisa diolah menjadi paving, sedangkan potongan kayu ulin (kayu besi) maupun galam dapat dijadikan kerajinan tangan seperti gantungan kunci dan suvenir lainnya. Lidi dari pelepah kelapa juga bisa diolah menjadi piring ramah lingkungan sebagai pengganti piring plastik,” ujar Sutjipto saat ditemui di ruang kerjanya, CV Banjar Indah, Jumat sore (24/10/2025).

Menurutnya, momentum Sumpah Pemuda harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan seremonial. Ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk bangkit, berinovasi, dan memperkuat perekonomian bangsa melalui kreativitas dan kolaborasi.

“Jadi, manfaatkan Sumpah Pemuda ini bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai semangat untuk memajukan ekonomi kreatif, koperasi, dan UMKM. Produk-produk Kalimantan Selatan bisa memiliki omset tinggi dan nilai jual besar jika dikemas dengan baik, bahkan bisa menjadi oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin,” tambahnya.

Sutjipto juga menegaskan bahwa saat ini adalah era ekonomi kreatif, di mana anak muda harus mampu berkarya dan menciptakan peluang. Kreativitas tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain.

“Kalau kreativitasnya bagus, hasil karyanya bisa menjadi sumber penghasilan dan membuka peluang kerja untuk banyak orang,” ujarnya.

Pemerintah pun kini tengah berfokus mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM melalui berbagai pelatihan, workshop, serta program pemberdayaan koperasi. Salah satunya adalah program nasional pendirian 80 ribu koperasi di desa dan kelurahan, yang menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk berperan aktif.

“Program pemerintah ini adalah peluang besar. Apalagi, teknologi saat ini sangat membantu dan menunjang perkembangan ekonomi kreatif,” pungkas Sutjipto.

Peluang Ekonomi Kreatif yang Menjanjikan

Ekonomi kreatif memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan bahan-bahan bekas, anak muda dapat menciptakan produk yang bernilai tinggi dan ramah lingkungan.

  • Contoh produk yang dapat dihasilkan antara lain:
  • Paving dari limbah plastik
  • Kerajinan tangan dari kayu ulin dan galam
  • Piring ramah lingkungan dari lidi pelepah kelapa

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program dan pelatihan untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam berwirausaha dan membangun koperasi.

Kolaborasi dan Inovasi untuk Masa Depan

Sutjipto menekankan bahwa kolaborasi antar generasi muda dan pemangku kepentingan adalah kunci dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Dengan bekerja sama, mereka dapat memperluas jaringan dan mempercepat pertumbuhan bisnis.

  • Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
  • Mengikuti pelatihan dan workshop yang diselenggarakan oleh pemerintah
  • Membentuk koperasi dan kelompok usaha bersama
  • Memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi

Dengan semangat Sumpah Pemuda, generasi muda Indonesia diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam membangun perekonomian yang lebih kuat dan berkelanjutan. Mereka tidak hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga pelaku inovasi dan kreativitas yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober: Generasi Muda Pemimpin Ekonomi Kreatif dan Kerakyatan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar