Museum Louvre Tutup Setelah Perhiasan Raib, Turis Kecewa

Museum Louvre Tutup Setelah Perhiasan Raib, Turis Kecewa

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Museum Louvre Tutup Setelah Perhiasan Raib, Turis Kecewa, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penutupan Museum Louvre Pasca Pencurian Perhiasan Berharga

Setelah terjadi pencurian perhiasan berharga di Museum Louvre, hingga kini museum tersebut masih ditutup. Pejabat kepolisian mengungkapkan bahwa tim penyidik yang terdiri dari 60 orang sedang melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya kelompok kejahatan terorganisir di balik kejadian tersebut. Kejadian ini terjadi pada hari Minggu (19/10), dan sejak saat itu, akses ke museum dibatasi.

Penutupan Museum Louvre menyebabkan kekecewaan bagi para turis. Mereka harus memesan ulang tiket kunjungan museum. Sebelum pengumuman penutupan dikeluarkan, banyak turis telah berdiri berbaris di sepanjang halaman piramida museum serta di bawah lengkungan tinggi galeri pintu utama, berharap bisa masuk. Namun, akhirnya pihak museum memutuskan untuk menutup museum hingga Rabu (22/10). Sementara hari ini, Selasa (21/10), jadwalnya memang museum tutup.

Jesslyn Ehlers, seorang turis asal Amerika Serikat bersama suaminya, mengungkapkan rasa kecewanya. Mereka telah merencanakan kunjungan ini sejak lama, tetapi kini harus memesan ulang tiket masuk museum.

Carol Fuchs, turis lainnya dari AS, menceritakan bahwa ia mengantre selama 45 menit. Ia menyatakan keraguan tentang kemungkinan perhiasan yang dicuri dapat ditemukan kembali.

"Berani-beraninya masuk melalui jendela. Apakah perhiasan itu akan ditemukan lagi? Saya ragu. Saya rasa sudah hilang," ujarnya.

Pemerintah Prancis Akui Gagal Jaga Keamanan Museum

Pencurian di Museum Louvre mengejutkan banyak pihak. Terlebih, pencurian hanya berlangsung selama 7 menit. Beberapa waktu sebelumnya, ada dua museum lain yang juga mengalami pencurian koleksi mereka.

Menteri Kehakiman Gerald Darmanin mengakui adanya kelemahan dalam pengamanan Museum Louvre. Ia menyampaikan bahwa pihaknya gagal, karena orang-orang dapat memarkir alat pengangkat furnitur di tengah kota Paris, sehingga pencuri bisa naik ke atas beberapa menit untuk mengambil perhiasan tak ternilai harganya, yang membuat citra Prancis menjadi buruk.

Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez memerintahkan langkah-langkah perlindungan yang lebih baik di sekitar situs budaya. Laporan dari Pengadilan Auditor Prancis untuk periode 2019-2024 menyoroti peningkatan keamanan museum yang mengalami penundaan terus-menerus. Contohnya, hanya seperempat dari salah satu sayap museum yang tercakup dalam pengawasan video (CCTV).

Pencurian di Museum Louvre Terjadi Pagi Hari

Para pencuri dilaporkan tiba di Museum Louvre sekitar pukul 09.30, tidak lama setelah museum buka pukul 09.00. Mereka memarkirkan truk dengan tangga yang dapat diperpanjang seperti yang biasa digunakan oleh para pekerja pindahan di dekat Apolo Gallery. Mereka manjat dan menggunakan alat pemotong untuk masuk lewat jendela dan membuka etalase.

Perhiasan berharga yang dicuri antara lain kalung zamrud dan berlian yang diberikan Napoleon Bonaparte kepada istrinya, Permaisuri Marie-Louise. Perhiasan lainnya yang dicuri adalah diadem atau hiasan kepala kerajaan yang dimiliki Permaisuri Eugenie yang berhiaskan hampir 2 ribu berlian. Perhiasan selanjutnya yang dicuri adalah kalung milik ratu terakhir Prancis, Marie-Amelie, yang dihiasi 8 safir dan 631 berlian.

Menurut Kementerian Kebudayaan, total ada 8 perhiasan yang dicuri. Ada satu perhiasan yang gagal dicuri oleh pencuri, yaitu mahkota milik Permaisuri Eugenie, yang mereka jatuhkan saat akan kabur dari museum.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar